IHSG Melesat 0,86% Usai Rencana Suntikan Rp 200 Triliun ke Perbankan, Bank Ini Diuntungkan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Rencana Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyalurkan dana Rp 200 triliun ke sektor perbankan menjadi katalis utama penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (11/9/2025). IHSG sesi I ditutup naik 66,44 poin atau 0,86% ke level 7.765.
Sentimen positif tersebut membuat saham perbankan kompak melesat. Indeks sektor keuangan tercatat naik 1,76% dipimpin saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang mencatatkan kenaikan signifikan.
Baca Juga
IHSG Sesi I Melesat 0,86% Terdorong Lompatan Saham Perbankan
Pengamat Pasar Modal Indonesia, Reydi Octa, menilai tambahan likuiditas jumbo dari pemerintah akan memperkuat fundamental perbankan. “Penambahan likuiditas diyakini bisa mempercepat penyaluran kredit dan memperkuat margin laba bank ke depan. Jika eksekusinya tepat, pasar akan merespons positif karena ini sinyal kuat dukungan pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi,” ujarnya kepada investortrust.id, Kamis (11/9/2025).
Menurut Reydi, tiap bank memiliki peluang berbeda. BBRI diperkirakan unggul di segmen UMKM, BMRI dan BBNI kuat di pembiayaan korporasi, sedangkan BBTN fokus pada kredit perumahan.
Sementara itu, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menambahkan IHSG secara teknikal masih berpeluang menguat setelah terbentuk pola bullish harami candlestick pattern. “IHSG semestinya berpotensi mixed to higher dalam jangka pendek,” jelasnya.
Baca Juga
Saham BBTN Meroket 8,24% ke Level Tertinggi 2025, Sentimen Ini Jadi Penopang
Dari eksternal, pasar juga mendapat dorongan dari rilis data Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat yang hanya naik 0,1% pada Agustus, lebih rendah dari perkiraan 0,3%. Data ini memperbesar peluang pemangkasan suku bunga The Federal Reserve sebesar 25 basis poin pekan depan.
Secara domestik, Nafan menilai euforia pasar semakin terasa setelah Purbaya memastikan Rp200 triliun dana pemerintah yang mengendap di Bank Indonesia akan masuk ke sistem perekonomian. “Investor ritel pun mulai melirik saham bank BUMN sebagai pilihan investasi,” pungkasnya.

