Saham Bank BUMN Menguat Usai Purbaya Pastikan Rp 200 Triliun Masuk Perbankan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Saham perbankan pelat merah kompak menguat pada perdagangan Kamis (11/9/2025). Lonjakan harga saham tersebut ditopang sentimen positif dari pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang memastikan pemerintah akan menarik dana Rp 200 triliun dari Bank Indonesia untuk kembali digulirkan ke sistem perekonomian.
Langkah ini mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Purbaya menegaskan, dana tersebut bukan dalam bentuk pinjaman, melainkan tambahan likuiditas yang ditempatkan seperti deposito di bank.
Tujuannya jelas yakni, memperkuat permodalan perbankan agar mampu memperbesar penyaluran kredit ke sektor riil. Ia pun mengingatkan agar dana itu tidak diparkir kembali di instrumen keuangan seperti SBN atau SRBI, melainkan benar-benar masuk ke perekonomian sehingga mampu mendorong pertumbuhan.
Baca Juga
Melihat hal ini, pasar pun merespons optimistis, terlihat dari saham BBRI yang melesat 5,15% seiring net buy asing Rp 315 miliar, BBNI melompat 7,80% dengan net buy Rp 21 miliar, dan BBTN terbang 6,27% meski net buy hanya Rp 755 juta. Menariknya, saham BMRI juga ikut naik 1,82% meski justru dibukukan net sell asing Rp 465 miliar, menandakan kuatnya sentimen positif di sektor perbankan.
Analis Pasar Modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana mengatakan banjir likuiditas ini diyakini tidak akan memicu lonjakan inflasi. Menkeu menilai ekonomi Indonesia masih beroperasi di bawah potensinya, yakni sekitar 5% dari target 6,5%.
“Artinya, ruang pertumbuhan masih terbuka lebar, sehingga tambahan stimulus likuiditas justru bisa mempercepat momentum ekspansi ekonomi,” ujarnya kepada investortrust.id, Kamis, (11/9/2025).
Baca Juga
Terkuak Alasan Pemerintah Gunakan Rp 200 Triliun untuk Suntik Perbankan
Dari sisi teknikal, Hendra menilaii saham-saham bank pelat merah juga masih menyimpan ruang kenaikan. Ia merekomendasikan saham BBRI buy dengan target Rp 4.270, BBTN dengan target Rp 1.500, BBNI dengan target Rp 4.540, dan BMRI dengan target Rp 4.750 per lembar.
“Dengan prospek ekonomi yang semakin terbuka, bank-bank BUMN berpotensi tetap menjadi motor utama penggerak pasar,” tuturnya.

