Bos Lippo Group Sebut Suntikan Rp 200 T ke Bank Himbara Jadi Peluang Emas Developer
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Bos Lippo Group James Riady menyebut penempatan dana pemerintah sebesar Rp 200 triliun ke lima bank pelat merah menjadi peluang emas bagi pengembang sektor perumahan. Untuk itu pengembang perumahan diharapkan secepatnya memanfaatkan pendanaan ini.
“Supaya semua developer itu cepat-cepat memanfaatkan kesempatan ini, untuk mendapatkan dana jangka menengah, lima tahun dan suku bunga yang memang sengaja untuk mendobrak sektor properti,” kata James ditemui usai menghadiri Pertemuan dan Simposium Gotong Royong Perumahan Warisan Bangsa, di Balai Sarbini, Jakarta, Selasa (16/9/2025).
James berharap semua kontraktor, developer, supplier dapat mengambil kesempatan itu. Meski ada tantangan pelemahan daya beli masyarakat, James tetap optimistis. Alasannya, sektor perumahan merupakan kebutuhan dasar penting bagi masyarakat.
“Perumahan itu adalah kebutuhan dasar. Justru sekarang ada defisit perumahan di Indonesia,” ucap dia.
Melihat kondisi ini, James berharap pengembangan perumahan di perkotaan dapat mencapai 1 juta unit dalam setahun. Dengan proyek perumahaan ini, dia memperkirakan dapat tercipta sebanyak 7-8 juta lapangan kerja baru.
Baca Juga
Inilah Sektor-Sektor yang Layak Dapat Kucuran Kredit dari Stimulus Rp200 Triliun
Sebelumnya diberitakan, James mengapresiasi langkah pemerintah yang menempatkan dana Rp 200 triliun ke enam bank pemerintah. Langkah itu disebut suatu gebrakan yang bagus bagi industri.
"Saya kira itu sesuatu move yang cukup bagus, yang mengejutkan tetapi bagus," kata James kepada investortrust.id , saat ditemui di Hotel Arya Duta, Jakarta, Jumat (12/9/2025).
Menurut James, penempatan dana itu penting karena kondisi pendanaan yang seret di pasar. Selain itu, suntikan dana pemerintah itu juga diharapkan dapat menurunkan suku bunga Bank Indonesia (BI).
"Jadi dengan suntikan ke pasar ini akan mampu untuk memberikan ruang perbankan untuk menunjang kegiatan ekonomi yang lebih lanjut," ujar dia.
James tak mengkhawatirkan terjadinya moral hazard dalam proses suntikan dana ini. Dia yakin sistem perbankan Tanah Air begitu kokoh dan memiliki tata kelola yang mumpuni.
"Sistem perbankan kan sudah memiliki governance dan suatu sistem yang cukup baik," kata dia.

