IHSG Sesi I Melesat 0,86% Terdorong Lompatan Saham Perbankan
JAKARTA, investortrust.id –Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Kamis (10/9/2025), ditutup menguat 66,44 poin (0,86%) menjadi 7.765 dengan nilai transaksi Rp 9,47 triliun. Bahkan, IHSG sempat melesat lebih dari 100 poin pada perdagangan intraday pagi ini.
Kenaikan tersebut ditopang lompatan saham sektor keuangan sebanyak 1,76% setelah seluruh saham bank mengalami kenaikan harga pesat, seperti BBNI, BBTN, BBRI, BMRI, dan BBCA. Kenaikan juga melanda saham big cap lainnya. Sebaliknya pemberat indeks datang dari pelemahan saham DSSA.
Baca Juga
Sektor saham dengan penguatan pesat lainnya adalah saham sektor konsumer non primer naik 1,50%, sektor kesehatan 1,17%, sektor infrastruktur 0,65%, sektor properti 0,90%, sektor teknologi 0,50%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor energi dan material dasar.
Di tengah penguatan indeks tersebut, sejumlah saham berikut catatkan penguatan pesat, seperti PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS) naik 33,33% menjadi Rp 196, PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK) naik 28,75% menjadi Rp 103, dan PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) naik 25% menjadi Rp 975.
Kenaikan juga melanda saham PT Pakuan Tbk (UANG) naik 24,63% menjadi Rp 334, PT Futura Energi Global Tbk (FUTR) naik 24,63% menjadi Rp 334, dan PT Voksel Electric Tbk (VOKS) melesat 24,67% menjadi Rp 374. Sebaliknya penurunan melanda saham COIN mencapai 12% menjadi Rp 2.200, KARW turun 9,92% menjadi Rp 585, LIFE turun 9,81% menjadi Rp 9,91% menjadi Rp 12.500, ROCK turun 9,92% menjadi Rp 545, dan saham PACK melemah 9,28% menjadi Rp 2.150.
Baca Juga
Perombakan Pengendali Tuntas, Saham Bangun Karya (KRYA) bisa Menuju Rp 350
Kemarin, IHSG ditutup menguat 70,41 poin (0,92%) menjadi 7.699,01 dengan penjualan bersih (net sell) saham oleh investor asing senilai Rp 1,30 triliun. Net sell terbanyak melanda saham BMRI Rp 251,71 miliar, ANTM Rp 134,16 miliar, dan BRMS Rp 118,60 miliar.
Kenaikan indeks kemarin didukung penguatan sejumlah sektor saham, seperti keuangan 1,33%, sektor konsumer primer 1,08%, sektor infrastruktur 1%, sektor properti 1%, sektor industri 0,70%, dan sektor konsumer non primer 0,26%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor teknologi, material dasar, dan sektor transportasi.
Sedangkan saham dengan kenaikan paling pesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PIPA menguat 35% menjadi Rp 216, TCID naik 24,90% menjadi Rp 3.010, dan ITMA naik 24,66% menjadi Rp 1.365. ARA juga melanda saham CBRE naik 24,62% menjadi Rp 496, VOKS naik 25% menjadi Rp 300, UANG naik 25% menjadi Rp 1.325, dan LION naik 24,55% menjadi Rp 685.

