Usai Diakuisisi dan Jelang Sejumlah Aksi Korporasi, Saham Bangun Karya (KRYA) bisa Menuju Rp 350
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Bangun Karya Perksasa Jaya Tbk (KRYA) berpotensi melesat menuju level Rp 350 setelah Green City SG Pte Ltd menuntaskan akuisisi 41% saham KRYA dan menjadi pengendali baru. Perombahakan manajemen juga telah dirampungkan usai akuisisi tersebut.
Green City, perusahaan yang sahamnya juga dipegang PT Green Power Group Tbk (LABA), ini telah menuntaskan akuisisi 41% saham KRYA dengan harga pembelian Rp 33 per saham. RUPSLB juga telah menyetujui pengangkatanWilliam Teng sebagai direktur utama dan Brigita Notoatmodjo sebagai direktur perseroan.
Baca Juga
IHSG Berpotensi kembali Capai 8.000, Tiga Saham Dipimpin NCKL Direkomendasikan Beli
Bangun Karya (KRYA) juga resmi ekspansi usaha ke lini kendaraan listrik (electric vehicle/EV) melalui penyertaan modal dengan membeli sebanyak 51% saham PT Green City Traffic (GCT). Aksi korporasi ini dilakukan setelah Rich Step International Ltd bersama mitranya PT Geen Power Group Tbk (LABA) mengakuisisi sebanyak 65% saham KRYA.
Seorang sumber menyebutkan bahwa pengendali baru akan merealisasikan sejumlah aksi korporasi di KRYA yang diharapkan berdampak positif terhadap kinerja keuangan dan sahamnya ke depan. Hal ini diharapkan mengerek harga saham KRYA menuju Rp 350 dalam waktu dekat.
GCT adalah perusahaan kendaraan listrik terkemuka di Indonesia. Produk sepeda motor listrik ECGO telah memperoleh sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hingga 56%. Selama tujuh tahun terakhir, ECGO telah menjual lebih dari 10.000 unit sepeda motor listrik di pasar Indonesia.
Baca Juga
Yield USTreasury 10-Tahun Turun Jelang Rilis Data Inflasi PCE
Manajemen KRYA mengungkap dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI) bahwa ECGO telah membangun ekosistem kendaraan listrik yang lengkap, mencakup desain kendaraan dan baterai, produksi sepeda motor listrik, penyewaan baterai, hingga layanan penukaran baterai, membentuk model bisnis yang terintegrasi penuh.
ECGO juga telah menjadi pemasok utama motor listrik bagi perusahaan ride hailing terkemuka di Indonesia, seperto Gojek dan Grab. Tim perusahaan disebut memiliki latar belakang yang kuat di industri kendaraan listrik, dengan sumber daya dan pengalaman luas dalam desain produk, integrasi rantai pasok, dan operasi pasar.

