Perombakan Pengendali Tuntas, Saham Bangun Karya (KRYA) bisa Menuju Rp 350
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA) diproyeksikan menguat menuju Rp 350 usai perombakan pengendali tuntas yang ditunjukkan masuknnya PT Green Power Group Tbk (LABA) sebagai pengendali baru emiten ini.
Berdasarkan data registrasi pemegang saham, Green Power (LABA) telah membeli sebanyak 282,87 miliar atau 17% saham KRYA dengan harga Rp 33 per saham kemarin. Saham tersebut dibeli dari pengendali lama PT Bangun Karya Artha Lestari.
Baca Juga
Uji Tuntas Rampung, Green Power (LABA) Bersama Mitranya Ungkap Bisnis Baru Bangun Karya (KRYA)
Seorang sumber dari pasar menyebutkan bahwa tuntasnya peralihan pengendali baru membuat prospek saham KRYA makin kuat ke depan, apalagi segmen bisnis KRYA akan berganti resmi ekspansi usaha ke lini kendaraan listrik (electric vehicle/EV) melalui penyertaan modal dengan membeli sebanyak 51% saham PT Green City Traffic (GCT).
Aksi korporasi ini dilakukan setelah Rich Step International Ltd bersama mitranya PT Geen Power Group Tbk (LABA) mengakuisisi sebanyak 65% saham KRYA. “Dengan pengendali baru dan ekspansi segmen bisnis baru diharapkan prospek pertumbuhan kinerja KRYA akan semakin terbuka ke depan, sehingga saham emiten ini berpotensi melesat,” ujarnya di Jakarta, hari ini.
Baca Juga
Akuisisi hingga Ganti Pengurus, Begini Target Lini Bisnis Baru Bangun Karya (KRYA)
Manajemen KRYA sebelumnya menyebutkan bahwa strategi pengembangan grup sejalan dengan tujuan pemerintah Indonesia untuk mengurangi emisi karbon dan mempercepat transisi menuju energi bersih. Berdasarkan rencana bisnis ECGO, segmen sepeda motor listrik saja diproyeksikan mencapai penjualan tidak kurang dari 1 juta unit dalam lima tahun ke depan. Ke depan ECGO akan mengembangkan varian baru, yakni kendaraan roda tiga listrik dan kendaraan niaga listrik.
Ekspansi bisnis yang dilakukan Bangun Karya (KRYA) tersebut bagian dari strategi transformasi bisnis perseroan untuk memperluas portofolio usaha, mendukung program pemerintah untuk mempercepat penggunaan kendaraan ramah lingkungan, serta menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi para pemegang saham. Pengembangan bisnis melalui kemitraan strategis ini akan berkontribusi positif terhadap kinerja dan keberlanjutan usaha KRYA di masa mendatang.

