Menunggu Aksi Korporasi Permai Plasindo (BINO) Usai Diakuisisi Ruhong, Bagaimana Target Harganya?
JAKARTA, investortrust.id – Ruhong Holding Pte Ltd telah menuntaskan pembelian sebanyak 72% saham PT Perma Plasindo Tbk (BINO). Pengendali baru ini juga telah menyelesaikan tender offer saham BINO pada 25 Agustus 2024. Penuntasan tersebut berpotensi mengerek harga saham ini ke level Rp 268 per saham.
Ruhong sebelumnya telah mengakuisisi 72% saham dari pengendali Willianto Ismadi sebanyak 36% saham, sebanyak 15,2% saham BINO dibeli dari PT Intan Pariwara, sebanyak 12% saham BINO dibeli dari Aruwan Soenardi, dan sebanyak 8% saham BINO dari Kristanto Widjaja.
Baca Juga
Jadwal Pembagian Dividen Tunai Perma Plasindo (BINO) Rp 1,31 Miliar
Sebanyak 72% saham BINO dibeli Ruhong, perusahaan yang terdaftar di Singapura, dengan harga pelaksanaan Rp 147 per saham, sehingga total dana yang digelontorkan mencapai Rp 230,20 miliar pada 14 Juni. Ruhong juga telah menuntaskan tender offer saham BINO akibat perubahan pengendali pada 25 Agustus 2024 yang diprediksi menjadikan total kepemilikan saham public berkurang drastic.
Berdasarkan data hingga akhir Juli 2024, komposisi pemegang saham BINO terdiri atas Ruhong Holding selaku pengendali menggenggam sebanyak 72% saham. Sisanya dikuasai Handy Purnomo sebanyak 6,07% saham, PT Intan Prawira sebanyak 8%, dan sisanya maysarakat 13,84% saham.
“Usai akuisisi dan tender offer saham BINO, pengendali baru kemungkinan menggelar aksi korporasi selanjutnya back door dengan memasukkan aset-aset baru ke dalam perseroan. Aksi ini berpotensi mengerek harga saham BINO ke depan,” tutur seorang pelaku pasar di Jakarta, Senin (2/9/2024).
Baca Juga
Buka HLF MSP dan IAF Ke-2 Jokowi Tekankan Pentingnya Pencapaian Target SDGs
Menurut dia, potensi suntik aset bisa terlihat dari penurunan jumlah saham public setelah menuntaskan tender offer saham. Selain itu, sejumlah direksi perseroan telah mengundurkan diri setelah penuntasan akuisisi.
Terkait pergerakan harga saham, menurut dia, saham BINO telah melanjutkan tren kenaikan harga dalam tiga bulan terakhir. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham BINO telah melesat dari level Rp 137 pada 4 Juni menjadi Rp 158 pada perdagangan intraday hari ini.
Grafik Saham BINO

