Yield USTreasury 10-Tahun Turun Jelang Rilis Data Inflasi PCE
Poin Penting
- Yield Treasury 10 tahun turun 2 bps ke 4,209%, sementara 2 tahun sedikit naik ke 3,637%.
- Pasar menunggu rilis indeks PCE, ukuran inflasi favorit The Fed.
- Lisa Cook The Fed gugat balik Trump setelah umumkan pemecatan lewat media sosial.
- Trump klaim segera punya mayoritas di Dewan Gubernur Fed untuk memengaruhi suku bunga.
NEW YORK, investortrust.id - Imbal hasil obligasi AS 10 tahun turun pada Kamis (28/8/2025). Investor menantikan data inflasi utama dan memantau upaya berkelanjutan Presiden Donald Trump untuk mengendalikan Federal Reserve.
Baca Juga
Imbal hasil acuan Treasury 10 tahun turun lebih dari 2 basis poin menjadi 4,209%, sementara imbal hasil obligasi 2 tahun naik kurang dari 2 basis poin menjadi 3,637%.
Investor juga mencermati data ekonomi, termasuk laju pertumbuhan produk domestik bruto kuartal kedua. Selain itu, mereka menunggu indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE/Personal Consumption Expenditures) — ukuran inflasi favorit The Fed — pada Jumat pagi waktu AS, yang akan memberikan wawasan baru mengenai kondisi perekonomian AS.
Kekhawatiran tetap ada terkait ancaman berulang terhadap independensi The Fed, karena Trump meningkatkan serangannya dalam beberapa hari terakhir, termasuk mengumumkan pemecatan Gubernur The Fed Lisa Cook melalui media sosial pada Senin.
Baca Juga
Pasar Obligasi AS Bergolak Usai Trump Copot Lisa Cook dari The Fed
Presiden merujuk pada tuduhan yang diajukan oleh Direktur Badan Keuangan Perumahan Federal (FHFA) Bill Pulte bahwa Cook membuat pernyataan palsu dalam pengajuan satu atau lebih hipotek rumahnya. Cook pada Kamis mengajukan gugatan hukum untuk menantang keputusan tersebut, dan hakim telah menetapkan sidang pada Jumat pagi.
Trump pada Selasa mengatakan bahwa ia “akan segera memiliki mayoritas” dari para nominasinya di dewan gubernur bank sentral saat ia berupaya lebih memengaruhi keputusan suku bunga jangka pendek The Fed.

