Kenaikan Saham Diamond Citra (DADA) Berkaitan dengan ‘Backdoor Listing’? Simak Peluang & Risikonya
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) terpantau mengalami lonjakan aktivitas perdagangan, dengan harga saham masih di kisaran Rp 15. Tren kenaikan harga saham selama dua pekan terakhir disinyalir sebagai momen kebangkitan saham pengembang (developer) real estat tersebut.
“Pasar modal selalu meninggalkan jejak. Saat ini, pola yang terbentuk di DADA terlalu mirip dengan PANI untuk diabaikan," ujar Edukator Komunitas Saham @ber_investasi Michael Wijaya dalam siaran langsung, Rabu (13/8/2025).
Dia mengingatkan, PANI dahulu bergerak dari harga rendah, kemudian mengalami lonjakan transaksi, disusul isu akuisisi, hingga akhirnya melesat ribuan persen setelah pengumuman resmi.
Baca Juga
Prajogo dan Sinarmas, Dua Konglomerasi Dibalik ATH IHSG hingga Dekati Level 8.000
Sementara saham DADA memiliki isu akuisisi oleh perusahaan properti multinasional, seperti Kajima Corporation dan Mitsubishi Estate. Pergerakan harga saham DADA pun menunjukkan pola yang mirip dengan PANI, meski konfirmasi akuisisi belum diumumkan.
Menurut pengamatan Michael, nilai transaksi harian saham DADA telah menembus miliaran rupiah. “Aktivitas jumbo di harga rendah kerap menjadi sinyal akumulasi oleh pelaku pasar bermodal besar,” ujarnya.
Jika akuisisi terealisasi, Michael menilai bahwa saham DADA berpeluang menjadi kendaraan ekspansi proyek-proyek properti skala besar di Indonesia. Kemudian dapat membuat valuasi perusahaan dapat terdongkrak dan memberi potensi keuntungan berlipat bagi investor yang masuk di fase awal.
Baca Juga
IHSG Optimistis Tembus 8.000 Pekan Ini Ditandai Sejumlah Sentimen Ini
Di balik potensi tersebut, terdapat fenomena backdoor listing, yakni proses masuknya entitas baru melalui akuisisi perusahaan tercatat tanpa IPO. Strategi ini kerap melahirkan lonjakan harga saham, namun juga membawa risiko tinggi.
Investor disarankan untuk memastikan perusahaan pengakuisisi memiliki kegiatan usaha nyata, bukan sekadar perusahaan cangkang. Kewaspadaan juga diperlukan, apabila saham masuk kategori Full Call Auction (FCA), yang dapat memengaruhi likuiditas perdagangan.
“Di balik gemerlap lonjakan harga saham, ada cerita yang tak selalu terlihat. Di pasar modal, setiap peluang emas selalu datang bersama tantangan yang harus diantisipasi dengan bijak,” tegas Michael.
Baca Juga
Diskon PPN Properti Diperpanjang hingga Akhir 2025, Ini Daftar Saham Diuntungkan
Dengan kombinasi valuasi rendah, fundamental solid, dan potensi katalis dari masuknya investor strategis global, DADA dinilai masuk radar sebagai kandidat transformasi besar di Bursa Efek Indonesia (BEI). “Namun, analisis mendalam dan manajemen risiko tetap menjadi kunci bagi investor yang ingin memanfaatkan peluang ini,” saran Michael.
Menanggapi kabar Kajima Corporation dan Mitsubishi Estate yang mengkaji peluang masuk ke Diamond Citra Propertindo, analis pasar modal Rendy Yefta menilai, momentum tersebut patut diperhatikan oleh investor.

