IHSG Optimistis Tembus 8.000 Pekan Ini Ditandai Sejumlah Sentimen Ini
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berpeluang menembus level 8.000 pekan ini, jika melihat pola pergerakan dalam tiga hari terakhir. Target 8.000 sejalan dengan perayaah HUT Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2025.
Berdasarkan data perdagangan BEI, IHSG berhasil melesat sebanyak 359 poin atau 4,76% menjadi 7.892 dalam tiga hari transaksi pekan ini. Bahkan, IHSG sempat menyenuh level tertinggi intraday 7.903 pada perdagangan hari ini. Sedangkan penutupan berhasil torehkan kenaikan 101,21 poin (1,30%) menjadi 7892,91.
Baca Juga
Ditutup Melesat 1,30% hingga ARA 7 Saham, IHSG Level 8.000 Tinggal Selangkah
“IHSG berpeluang untuk menyentuh level 8.000, dalam waktu yang berdekatan dengan peringatan HUT RI ke-80, jika melihat pola pergerakan IHSG dalam tiga hari terakhir,” ujar Technical Analyst MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melalui pesan singkat kepada Investortrust.id.
MNC Sekuritas memperkirakan, penguatan IHSG akan didorong sentimen kembalinya masuknya (inflow) dana asing. Peluang penguatan juga didukung sentimen regional dan global, yaitu mayoritas bursa regional Asia menguat setelah ada gencatan senjata perang dagang AS-China.
“Kemudian semalam juga ada rilis data inflasi AS, di mana inflasi AS cenderung stabil dan juga meningkatkan adanya ekspektasi cut rate,” sambung analis yang akrab disapa Didit tersebut.
Baca Juga
Penurunan Harga Batu Bara Tekan Laba Bersih ITMG di Semester I-2025, Bagaiman Semester II-2025?
Di tengah peluang IHSG menuju 8.000, MNC Sekuritas menyebutkan, sejumlah saham berikut layak untuk dicermati dengan potensi kenaikan dan aliran dana asing, seperti ASII, BRIS, dan WIFI.
Optimisme terhadap peluang pengutan IHSG juga datang dari Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia Muhammad Nafan Aji Gusta. Menurut dia, tren penguatan IHSG akan berlanjut didukung hasil analisa teknikal Stochastics K_D dan RSI kembali yang menunjukkan sinyal positif.
Potensi penguatan juga didukung optimisme terhadap pemotongan suku bunga The Fed secepatnya pada September 2025, sehingga bisa menjadi katalis positif bagi pasar. Hal ini mengingat hasil indeks harga konsumen (CPI) Amerika Serikat (AS) tahunan (yoy) per Juli relatif sama dengan Juni, yakni di level 2,7%. “Di sisi lain, sentimen tarif Trump juga relatif mereda,” imbuh Nafan, Rabu (13/8/2025) sore.
Baca Juga
Bursa RI Kebanjiran Dana Asing Usai Rebalancing MSCI, Target IHSG 8.000 Terbuka dengan Saham Ini
Lebih rinci, menurut dia, ekonomi global mulai menunjukkan resiliensinya di tengah ketidakpastian yang berkelanjutan. Pasalnya, pertumbuhan global direvisi naik dan diproyeksikan sebesar 3% pada 2025 dan 3,1% pada 2026.
Hal tersebut mencerminkan peningkatan tarif, penurunan tarif efektif, kondisi keuangan yang lebih baik, dan ekspansi fiskal di beberapa negara. “Sentimen positifnya adalah terkait dengan dinamika penurunan tarif Trump,” sambung Nafan.
Meski demikian, dia turut menegaskan bahwa sentiment terkait ketidakpastian global masih meningkat, disertai dengan dinamika ketegangan geopolitik.
Baca Juga
Menanti Sejarah Baru: HUT ke-80 RI dan 48 Tahun Pasar Modal, IHSG Menuju 8.000?
Seiring dengan risiko meningkatnya ketidakpastian global, komoditas yang dianggap aman seperti emas pun, terus berlanjut. Adapun XAUUSD memiliki target resistance pada 3.516 dan 3.624 apabila berhasil tembus di atas FR61,8% pada 3.432.
Adapun penetapan kisaran tarif Trump antara 15%-41% memberikan kepastian bagi pelaku pasar karena hal ini merupakan hasil kesepakatan dalam hal perundingan tarif. “Dari domestik, stabilitas perekonomian domestik diharapkan mampu meningkatkan foreign capital inflow ke depan,” terang Nafan.

