Prajogo dan Sinarmas, Dua Konglomerasi Dibalik ATH IHSG hingga Dekati Level 8.000
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id –Dua konglomerasi, Prajogo Pangestu melalui grup Barito dan Sinarmas, menjadi motor utama pendongkrak indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menuju level 8.000 menjelang HUT RI ke-80 pada 17 Agustus.
Berdasarkan data perdagangan saham BEI, IHSG berhasil melesat sebanyak Agustus 2025 berjalan (month to date/MTD) sebanyak 6,42%. IHSG telah melesat dari level 7.484 pada penutupan akhir Juli 2025 menjadi 7.965 hingga penutupan sesi I, Kamis (14/8/2025).
Baca Juga
IHSG Optimistis Tembus 8.000 Pekan Ini Ditandai Sejumlah Sentimen Ini
Penyumbang utama kenaikan IHSG ini datang dari saham emiten konglomerasi Prajogo Pangestu. Kontribusi datang dari saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) setelah menguat 17,57% dengan kenaikan dari Rp 7.825 menjadi Rp 9.200 hingga penutupan sesi I. Lompatan tersebut memperkuat posisi BREN sebagai saham dengan kapitalisasi terbesar di BEI mencapai Rp 1.227,48 triliun.
Saham emiten grup Barito lainnya yang ikut menyumbang kenaikan indeks datang dari saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) naik 10,44%, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) naik 7,17%, dan PT Petrosea Tbk (PTRO) melesat sebanyak 6%. Lompatan saham emiten grup Prajogo ini terjadi setelah saham CUAN dan PTRO resmi masuk dalam MSCI Global Standard Index. Sebagaimana diketahui saham emiten Prajogo menyumbang sebanyak 18,65% terhadap total kapitalisasi pasar BEI senilai Rp 3.198 triliun hingga 12 Agustus 2025.
Penyumbang utama kenaikan IHSG menuju 8.000 juga datang dari emiten Sinarmas, yaitu PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA). Berdasarkan data, saham ini berhasil melambung sebanyak 41,92% dari level Rp 64.800 menjadi Rp 91.975 hingga penutupan sesi I, hari ini.
Lompatan tersebut juga didukung sentimen positif keberhasilan saham ini masuk dalam daftar MSCI Index mulai 26 Agustus. Kenaikan tersebut menjadikan DSSA menjadi emiten dengan kapitalisasia pasar (market cap) terbesar keempat di BEI dengan market cap Rp 708,86 triliun.
Baca Juga
MSCI Rombak Daftar Agustus 2025, Saham DSSA, CUAN, dan PTRO Resmi Masuk
Sebelumnya, analis Investindo Nusantara Sekuritas Pandhu Dewanto memandang bahwa penguatan saham emiten konglomerasi grup Parajogo dan Sinarmas menjadi penopang utama IHSG menuju 8.000 dalam beberapa pekan terakhir.
“Keberhasilan saham-saham grup Prajogo dan Sinarmas masuk ke dalam daftar konstituen MSCI tampaknya mengilhami banyak saham-saham grup konglomerasi lain untuk meraih market cap besar sehingga suatu saat akan mengikuti jejak langkah mereka,” kata Pandhu saat dihubungi investortrust.id.
Baca Juga
Investor Asing Lanjutkan Net Buy Rp 1,48 Triliun, Ini Daftar Saham yang Diborong
Selain itu, dia mengatakan, penguatan indeks ditopang derasnya capital inflow dalam beberapa hari terakhir dengan pilihan saham-saham big caps, terutama sektor perbankan dan telekomunikasi yang selama ini lama terbenam dan masih tertinggal jauh.
Kondisi tersebut mendorong Pandhu untuk memproyeksikan berlanjutnya potensi kenaikan IHSG. “Kemungkinan IHSG level 8.000 bisa tercapai untuk memperingati 80 tahun Indonesia merdeka,” ungkap dia.
Grafik Saham BREN dan DSSA

