Saham Diamond Citra (DADA) Naik 246,1% dalam Sebulan, Jadi Target Investor Global Vanguard?
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) kembali mencuri perhatian setelah mencatat lonjakan harga luar biasa dalam beberapa bulan terakhir. Rumor pasar menyebutkan, Vanguard Group, pengelola dana terbesar di dunia, mulai melirik emiten properti ini karena free float yang semakin besar, likuiditas tinggi, serta rencana pembagian dividen. Untuk itu, saham DADA cocok untuk jangka panjang.
Pada akhir perdagangan sesi I Jumat (3/10/2025) siang, harga DADA turun Rp 15 atau 10% menjadi Rp 135 per saham dari Rp 145 sehari sebelumnya, dengan volume transaksi 910.484. Meski terkoreksi secara harian, saham ini mencatat kenaikan fantastis, yakni stagnan dalam sepekan terakhir, naik 246,1% dalam sebulan, meroket 1.828% dalam 3 bulan, dan melonjak 1.828% dalam 6 bulan terakhir.
Analis pasar modal Rendy Yefta menegaskan bahwa saham ini bukan untuk trader jangka pendek. “Bagi investor yang berorientasi jangka panjang, DADA berpotensi menjadi multi-bagger, tetapi tetap harus memperhatikan manajemen risiko,” ujar dia dalam keterangannya, Jumat (3/10/2205).
Ia menyarankan pemegang saham agar tidak panik menghadapi fluktuasi harian dan tetap menahan kepemilikan. Sementara itu, bagi investor yang belum memiliki DADA, saat ini menjadi momentum strategis sebelum saham benar-benar masuk radar investor global.
Baca Juga
Dikaitkan Raksasa Jepang dan Vanguard, Diamond Citra (DADA) Bisa Jadi Saham Sultan?
Dengan rencana pembagian dividen pada 10 Oktober 2025 dan status perdagangan yang akan kembali normal dari pemantauan khusus, saham DADA dinilai siap memasuki fase baru. Jika Vanguard benar-benar masuk, pintu menuju valuasi raksasa global terbuka lebar.
Vanguard dikenal sebagai institusi keuangan global dengan portofolio yang tumbuh dua digit setiap tahun. Strateginya konsisten, yakni memilih emiten dengan free float besar, transaksi likuid, serta porsi kepemilikan publik yang dominan. Pola ini terlihat di perusahaan global, seperti Microsoft, Apple, Meta, hingga Nvidia.
Pasar meyakini DADA sedang menuju pola serupa. Rumor menyebutkan, pengendali saham siap menurunkan porsi kepemilikan demi memperbesar free float. Jika benar, langkah ini akan membuka pintu bagi investor institusi global, seperti Vanguard untuk masuk tanpa mengganggu harga saham secara ekstrem.
Akses ke segitiga emas Jakarta
DADA menawarkan aset properti premium di kawasan pusat bisnis Jakarta (CBD Sudirman–Thamrin–Segitiga Emas). Menurut analis, valuasi kawasan ini masih lebih murah dibanding Tokyo atau Osaka, sehingga menjadi magnet bagi investor asing.
Selain itu, pemerintah memberikan dukungan penuh melalui insentif fiskal, termasuk pembebasan pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) dan program stimulus ratusan triliun rupiah untuk sektor properti. Momentum ini semakin memperkuat daya tarik DADA sebagai emiten properti unggulan.
Sementara itu, PT Karya Permata Inovasi Indonesia selaku pengendali saham DADA terpantau agresif mengurangi kepemilikan saham. Karya Permata telah mengurangi kepemilikan saham DADA dari akhir Juli 2025 sebanyak 66,17% menjadi 65,96%. Penjualan bertujuan sebagai divestasi secara langsung.
Baca Juga
Kenaikan Saham Diamond Citra (DADA) Berkaitan dengan ‘Backdoor Listing’? Simak Peluang & Risikonya
Dari sisi kinerja keuangan, DADA membukukan peningkatan pendapatan menjadi Rp 5,39 miliar pada semester I-2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 3,81 miliar.Laba bersih tahun berjalan juga melesat dari Rp 71,65 juta menjadi Rp 219,67 juta.
PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) telah mengembangkan 20 proyek residensial, 2 kompleks ruko, 1 gedung tinggi, 2 gedung bertingkat rendah, dan 2 proyek bertingkat rendah mendatang di Depok dan Jakarta. Beberapa proyek besar tersebut adalah Apple Condovillas, klaster Neo Cyprus, klaster Neo Arcadia, Apartemen Gucii 1, Aparthouse Puri Kemang, Apartemen Dave, Primehome at Pejaten, dan townhouse Vanadium.

