IHSG Ditutup Anjlok 0,97% Terseret Kejatuhan Saham Big Cap Dipimpin AMMN
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (4/8/2025), ditutup anjlok sebanyak 73,13 poin (0,97%) menjadi 7.464,64. Pergerakannya dalam rentang 7.448-7.560 dengan nilai transaksi Rp 14,27 triliun.
Penurunan tersebut dipicu atas kejatuhan sejumlah saham big cap yang didominasi emiten Prajogo Pangestu, seperti BREN anjlok 7,69% menjadi Rp 7.200, TPIA turun 4,17% menjadi Rp 9.200, dan BRPT melemah 4,46% menjadi Rp 2.570. Penurunan juga dipicu kejatuhan saham AMMN sebanyak 14,75% menjadi Rp 7.225 dan SMMA turun 4,23% menjadi Rp 14.725.
Baca Juga
WOOD Sukses Cetak Kenaikan Kinerja di Semester I-2025 Meski Tertekan Kebijakan Tarif AS, Ini Kiatnya
Sedangkan sektor saham penekan indeks hari ini datang dari saham sektor material dasar 1,55%, sektor energi 1,30%, sektor konsumer non primer 0,47%, dan sektor keuangan 0,25%. Sebaliknya penguatan lebih dari 1% melanda saham sektor teknologi, industry, kesehatan, property, dan konsumer primer.
Meski IHSG ditutup anjlok, tiga saham berikut berhasil catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Paperocsk Indonesia Tbk (PPRI) naik 34,78% menjadi Rp 186, PT Cipta Sarana Medika Tbk (DKHH) naik 33,87% menjadi Rp 83.
ARA juga melanda saham barikut PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) sebanyak 25% menjadi Rp 280 dan PT PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) naik 24,63% menjadi Rp 835. Meski tak ARA, saham PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) juga melesat 29,25% menjadi Rp 190.
Sebaliknya lima saham dengan penurunan paling dalam hari ini, yaitu AMMN turun 14,75% menjadi Rp 7.225, CBUT turun 14,29% menjadi Rp 1.140, ARGO turun 9,73% menjadi Rp 102, FIMP turun 9,73% menjadi Rp 102, AMMS melemah 9,48% menjadi Rp 105.
Baca Juga
IHSG Naik 5,71% di Juli 2025, Kapitalisasi Pasar Tembus Rekor Sepanjang Masa
Pekan lalu, IHSG catatkan penurunan tipis 5,73 poin (0,08%) menjadi 7.537, meski demikian indeks sempat mencapai rekor tertinggi intraday dalam sembilan bulan terakhir level 7.680. Penurunan indeks pekan ini dipicu atas koreksi saham big bank.
Data BEI menyebutkan bahwa penurunan tersebut dipicu atas penurunan sebanyak 348 saham. Sisanya sebanyak 213 saham ditutup stagnan dan hanya 395 saham yang berhasil menguat. Bahkan, sebanyak 218 saham mencatatkan penurunan lebih dari 14% dalam sepekan terakhir.
Lima saham penyumbang terbesar terhadap penurunan IHSG pekan ini datang dari saham SMMA dengan penurunan sebanyak 32,27% menjadi Rp 15.375, BBRI turun 3,61% menjadi Rp 3.740, BMRI melemah 3,41% menjadi Rp 4.530, BBCA melemah 1,78% menjadi Rp 8.300, dan BYAN terkoreksi sebanyak menjadi Rp 18.600.

