IHSG Naik 5,71% di Juli 2025, Kapitalisasi Pasar Tembus Rekor Sepanjang Masa
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) per Juli 2025 mencdatatkan kenaikan signifikan sebesar 5,71% ke level 7.484. Penguatan ini terdorong kenaikan seluruh indeks sektoral di tengah dinamika dan sentimen global.
Kepala Eksekutif Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, menyampaikan bahwa penguatan tersebut menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) saham berhasil rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) selama tiga hari berturut-turut. Puncaknya terjadi pada 29 Juli 2025 dengan nilai mencapai Rp 13.700 triliun.
Baca Juga
IHSG Diproyeksi Tetap Tangguh Meski Tarif Impor AS Berlaku 7 Agustus 2025
"Sementara pada akhir Juli 2025, nilai kapitalisasi tercatat sebesar Rp 13.492 triliun," ujar Inarno dalam Konferensi Pers Rapat Dewan Komisioner OJK yang digelar secara daring pada Senin (4/8/2025).
Meski cetak market cap terbesar sepanjang masa, OJK mencatatkan bahwa penjualan bersih (net sale) saham senilai Rp 8,34 triliun oleh investor asing sepanjang Juli 2025. Secara kumulatif sejak awal tahun (year to date), net sale saham telah mencapai Rp 61,91 triliun.
Baca Juga
Freeport Pilih Domestik dan Asia meski AS Gratiskan Tarif Impor Tembaga 0%
Begitu juga dengan likuiditas menunjukkan peningkatan, rata-rata nilai transaksi harian pasar saham per Juli 2025 secara year-to-date tercatat sebesar Rp 13,42 triliun.
"Hal ini menunjukkan peningkatan dibandingkan akhir Juni 2025 dengan nilai sebesar Rp 13,29 triliun, dan sudah lebih baik dari rata nilai transaksi tahun 2024, yaitu sebesar Rp 12,85 triliun," paparnya.
Terkait penghimpunan dana dari pasar modal, Inarno menegaskan, tren masih bergerak positif. Sepanjang tahun berjalan, nilai penawaran umum telah mencapai Rp 144,78 triliun, di mana Rp 8,49 triliun berasal dari 16 emiten baru atau IPO saham.
Baca Juga
"Untuk penggalangan dana pada securities crowdfunding, sejak pemberlakuan ketentuan SCF hingga 31 Juli 2025 kemarin, telah terdapat 18 penyelenggara yang telah mendapatkan izin dari OJK dengan 876 penerbit efek dari 534 penerbit, 184.504 pemodal dan total dana SCF yang dihimpun dan teradministrasi di KSEI sebesar Rp1,64 triliun," terang Inarno.
Sementara itu, perkembangan pasar derivatif keuangan juga menunjukkan progres. Dalam periode 10 Januari hingga 31 Juli 2025, terdapat 96 pelaku dan 19 penyelenggara yang telah memperoleh persetujuan prinsip dari OJK.
Adapun di bursa karbon, sejak resmi diluncurkan pada 26 September 2023 hingga 31 Juli 2025, tercatat sebanyak 116 pengguna jasa yang telah mengantongi izin dengan total volume sebesar 1.599.000 ton CO₂ ekuivalen. Total akumulasi nilai transaksi mencapai Rp 77,95 miliar.

