WOOD Sukses Cetak Kenaikan Kinerja di Semester I-2025 Meski Tertekan Kebijakan Tarif AS, Ini Kiatnya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) berhasil mempertahankan pertumbuhan kinerja keuangan semester I-2025, meski menghadapi tantangan akibat kebijakan tarif ekspor dari Amerika Serikat (AS). Pendapatan konsolidasi WOOD naik 0,7% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp 1,45 triliun dan laba bersih naik 3,29% menjadi Rp 86,59 miliar pada semester I-2025.
"Terlepas dari tekanan makroekonomi dan tarif untuk produk tertentu, perseroan terus membangun momentum melalui ekspor dan diversifikasi bisnis," ujar Investor Relation WOOD, Ravenal Arvense, Senin (4/8/2025).
Baca Juga
Integra Indocabinet (WOOD) Pertahankan Pertumbuhan Kuat Keuangan, Segmen Ini Jadi Pemicunya
Segmen ekspor manufaktur tetap menjadi tulang punggung terhadap kinerja keuangan WOOD dengan sumbangan pendapatan Rp 1,44 triliun atau naik 1,3% yoy. Kontribusi ekspor komponen bangunan, yang memperoleh pengecualian tarif dari AS berdasarkan Annex II, melonjak 23,2% yoy menjadi Rp 1,26 triliun. Segmen ini menyumbang lebih dari 87% dari total ekspor manufaktur.
Namun, ekspor furnitur turun tajam 55,1% yoy akibat tekanan tarif, karena tidak masuk dalam pengecualian Annex II. Meski demikian, WOOD mencatat tanda-tanda pemulihan berkat strategi direct-to-consumer melalui e-commerce. Dua dari empat merek furnitur telah diluncurkan di platform AS.
Baca Juga
IHSG Naik 5,71% di Juli 2025, Kapitalisasi Pasar Tembus Rekor Sepanjang Masa
WOOD juga berhasil menjaga efisiensi operasional. Laba operasional tercatat sebesar Rp 172,8 miliar dengan net profit margin 5,7%, naik dari 5,5% pada periode sama tahun lalu. Namun, margin kotor turun dari 24,1% menjadi 22,4%, seiring meningkatnya kontribusi produk dengan margin rendah seperti komponen bangunan.

