IHSG Ditutup Anjlok 0,87%, Pelemahan Terseret Kejatuhan CDIA hingga Sejumlah Saham Big Bank
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (31/7/2025), kembali ditutup anjlok sebanyak 65,55 poin (0,87%) menjadi 7.484,34. Penurunan dipicu atas kejatuhan saham sektor infrastruktur setelah PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) dan saham big bank KBMI IV.
Saham sektor infrastruktur jatuh 3%, sektor material dasar turun 2,52%, sektor keuangan melemah 1,26%, sektor energi 1,03%, sektor transportasi 2,09%, dan sektor property 0,37%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor konsumer primer, kesehatan, dan konsumer non primer. Saham penekan datang dari big bank, seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI.
Baca Juga
Strategi Ini Dorong Avia Avian (AVIA) Sukses Pertahankan Kenaikan Kinerja Keuangan Semester I-2025
Meski ditutup anjlok, sejumlah saham berikut catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Raja Roti Cemerlang Tbk (BRRC) naik 34,48% menjadi Rp 78, PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (CGAS) naik 34,02% menjadi Rp 130, dan PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) naik 34,02% menjadi Rp 260.
Penguatan pesat hingga ARA juga melanda saham PT Ace Oldfields Tbk (KUAS) naik 33,33% menjadi Rp 68. Saham lainnya dengan penguatan pesat adalah PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk (SCNP) sebanyak 19,51% menjadi Rp 196 dan PT Sat Nusapersada Tbk (PTSN) naik 18,33% menjadi Rp 284.
Sebaliknya lima saham dengan penurunan paling dalam melanda saham OASA anjlok 15% menjadi Rp 170, OKAS turun 14,69% menjadi Rp 244, VAST anjlok 14,57% menjadi Rp 170, PNGO turun 13,17% menjadi Rp 2.440, PMJS turun 12,69% menjadi Rp 117, dan CDIA turun 10% menjadi Rp 1.485.
Baca Juga
Pengamat: Sekarang Waktu yang Tepat Investasi Emas, Ini Alasannya
Kemarin, IHSG ditutup melemah sebanyak 68,02 poin (0,89%) menjadi 7.549,89 diikuti dengan net sell saham oleh pemodal asing mencapai Rp 1,02 triliun. Net sell terbanyak melanda saham big bank berikut, BBCA Rp 413,17 miliar, BMRI Rp 318,02 miliar, dan BBRI Rp 114,87 miliar.
Penurunan kemarin dipicu atas kejatuhan saham sektor infrastruktur sebanyka 3,21%, sektor keuangan turun 2,13%, sektor material dasar turun 0,84%, sektor energi turun 0,76%, dan sektor property 0,11%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor industry, konsumer non primer, kesehatan, dan konsumer primer. Penurunan juga akibat kejatuhan saham CDIA dan SMMA.
Meski IHSG anjlok, sejumlah saham ini catat lompatan hingga auto reject atas (ARA), seperti SSTM naik 34,97% menjadi Rp 220, IKAN naik 34,92% menjadi Rp 85, ISEA naik 34,85% menjadi Rp 89, dan SWID melesat 34,57% menjadi Rp 109. ARA juga melanda saham JAST sebanyak 34,38% menjadi Rp 86, PGUN naik 25% menjadi Rp 1.425, COCO melesat 24,82% menjadi Rp 342, dan JARR naik 24,77% menjadi Rp 680.

