IHSG Sesi I Anjlok 2,30% Terdorong Kejatuhan Saham Big Cap
JAKARTA, investortrust.id– Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Senin (24/3/2025), tergerus 143,96 poin (2,30%) menjadi 6.114. Bahkan, intraday penurunan sempat lebih dari 4,5% akibat kejatuhan saham big cap.
Penurunan dipicu atas kejatuhan saham seluruh sektor, seperti sektor material dasar turun 4,16%, sektor consumer primer 3,62%, sektor property 3,15%, sektor kesehatan 3,47%, sektor energi 2,92%, dan sektor keuangan 1,78%.
Baca Juga
IHSG Sempat Anjlok ke Level 5.967, Faktor Ini ternyata Pemicu Utamanya
Penurunan juga dipicu kejatuhan saham emiten konglomerasi, seperti milik Prajogo Pangestu berupa BREN, TPIA, CUAN, BRPT, dan PTRO. Penurunan juga melanda saham emiten empat bank besar. Sebaliknya saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) berhasil torehkan kenaikan.
Meski IHSG anjlok, saham PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) masih berhasil torehkan penguatan hingga auto reject atas (HIT) sebanyak 24,35% menjadi Rp 286. Kenaikan juga melanda saham PT Golden Flower Tbk (POLU) naik 15,53% menjadi Rp 5.950, dan PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) naik 13,43% menjadi Rp 76.
Sebaliknya penurunan paling dalam melanda saham PT Perma Plasindo Tbk (BINO), PT Fortune Indonesia Tbk (FORU), PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), PT Hatten Bali Tbk (WINE), dan PT Asuransi Bintang Tbk (ASBI).
Baca Juga
IHSG akhir pekan lalu ditutup anjlok sebanyak 123,49 poin (1,94%) menjadi 6.258,18. Investor asing makin gencar membukukan penjualan bersih (net sell) saham bernilai Rp 2,35 triliun didominasi BBCA Rp 1,32 triliun, BBNI Rp 514,20 miliar, dan BMRI sebanyak Rp 512,21 miliar.
Pelemahan IHSG akhir pekan lalu dipicu atas kejatuhan saham-saham bank besar, seperti BBCA, BMRI, BBNI, BRIS, dan BBRI. Sebaliknya penguatan pesat saham emiten Prajogo Pangestu, seperti BREN, TPIA, CUAN, dan BRPT, belum mampu untuk menahan indeks dari penurunan dalam hari ini.

