Bagikan

IHSG Mendadak Anjlok 2,24% Terseret Kejatuhan Saham Big Cap Ini  

JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/10/2025), mendadak anjlok sebanyak 187 poin (2,24%) menjadi 8.085 hingga pukul 10.55 WIB. Penurunan dipicu atas penurunan dalam saham big cap, khususnya emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu.

Penurunan tersebut berbanding terbalik dengan pasar saham Asia yang mayoritas mencatatkan lompatan, seperti Nikkei naik 1.020 poin, Hang Seng menguat 252 poin, dan Strait Times Singapura menguat 250 poin. Sedangkan penekan utama indeks datang dari mayoritas sektor saham, seperti sektor industry, energi, konsumer primer, property, infrastruktur, dan konsumer primer.

Baca Juga

Indeks Dolar AS Melemah, Rupiah Masih Tertekan di Rp 16.618 per US$

Tekanan utama datang dari penurunan saham BREN lebih dari 9% menjadi Rp 8.325, BRPT anjlok lebih dari 8% menjadi Rp 3.330, MLPT anjlok 6,78% menjadi Rp 79.000, PGUN turun hingga auto reject bahwa (ARB) sebanyak 15% menjadi Rp 14.025, dan DSSA juga melemah lebih dari 7,68% menjadi Rp 94.050.

Meski IHSG terjerembab, sejumlah saham berikut catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu BRRC naik 34,82% menjadi Rp 151, SSTM naik 25% menjadi Rp 560, MICE menguat 25% menjadi Rp 650, dan SKRN naik 24,69% menjadi Rp 1.010. Kenaikan juga melanda saham KDTN sebanyak 28,57% menjadi Rp 144, REAL sebanyak 23,19% menjadi Rp 85, GPSO naik 22,86% menjadi Rp 860, dan PPRE naik 22,81% menjadi Rp 140.

Akhir pekan lalu, IHSG ditutup berbalik melemah tipis 2,63 poin (0,03%) menjadi 8.271 dengan nilai transaksi saham Rp 18,62 triliun. Sebaliknya investor asing melanjutkan pembelian bersih (net buy) saham bernilai Rp 1,15 triliun. Meski melemah, indeks berhasil catatkan penguatan lebih dari 4% sepanjang pekan kemarin.

Baca Juga

Mudahkan Transaksi Perbankan, BTN Digital Store Layani Nasabah di Bintaro, BSD dan PIK

Penurunan tersebut dipicu atas kejatuhan mayoritas sektor saham, seperti sektor material dasar melemah 1,30%, sektor konsumer non primer 1,11%, sektor konsumer primer 1,13%, sektor teknologi 2,43%, dan sektor infrastruktur 0,84%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor keuangan, industri, kesehatan, dan transportasi.

Sejalan dengan penguatan tersebut, sejumlah saham catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA) hingga akhir sesi I, yaitu saham BRRC naik 34,94% menjadi Rp 112, SOHO naik 24,81% menjadi Rp 1.635, CSAP naik 24,68% menjadi Rp 384, SKRN naik 24,62% menjadi Rp 810, CBPE naik 24,37% menjadi Rp 296, dan RISE  naik 20% menjadi Rp 12.600,

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024