Petrosea (PTRO) Ekspansi Regional, Bagaimana Dampak bagi Sahamnya?
JAKARTA, investortrust.id – Langkah strategis PT Petrosea Tbk (PTRO) mengakuisisi perusahaan jasa penambangan emas di Papua Nugini menjadi sinyal kuat ekspansi bisnis ke level regional sekaligus memperkuat posisi perusahaan dalam industri tambang Asia Pasifik.
Analis Pasar Modal dan Founder Republik Investor, Hendra Wardana, mengatakan bahwa aksi korporasi ini akan berdampak positif terhadap prospek kinerja jangka panjang PTRO. Masuknya Petrosea ke sektor emas dinilai sebagai diversifikasi cerdas, karena emas merupakan komoditas safe haven yang lebih tahan terhadap gejolak pasar global dibanding batu bara.
Baca Juga
Caplok Grup HBS AU$ 40 Juta, Petrosea (PTRO) Ekspansi ke Mineral Emas di Papua New Guinea
“Apalagi Papua Nugini memiliki cadangan emas besar. Ekspansi ini berpotensi meningkatkan utilisasi aset dan kontrak tambang Petrosea dalam beberapa tahun ke depan,” ujar Hendra, Jumat (1/8/2025).
Ia menambahkan, langkah ini mencerminkan strategi besar Grup Barito dalam mendorong anak usahanya menjadi pemain regional. Hal ini serupa dengan ekspansi PT Chandra Asri Tbk (TPIA), yang mencetak laba US$ 1,27 miliar pada semester I-2025, naik 2.781% secara tahunan, didorong oleh efisiensi aset dan pengelolaan portofolio agresif.
Langkah Petrosea juga dinilai membuka peluang untuk masuk ke dalam konstituen MSCI Index, karena perusahaan mulai menarik perhatian investor institusi domestik dan global. Hal ini ditopang oleh tren teknikal saham PTRO yang tengah menguat, dengan potensi menembus resistance Rp 4.330 dan menuju Rp 4.500–Rp 4.700 dalam jangka pendek.
Baca Juga
Net Sell Berlanjut, Meski IHSG Ditutup Melesat Terdorong Saham Emiten Prajogo
Sementara itu, TPIA berada dalam tren positif, dengan target resistance Rp 10.000 seiring dengan pemulihan kinerja dan ekspansi regional yang masif. Meski beban liabilitas meningkat, kekuatan laba dan efisiensi biaya menopang sentimen positif pasar.
“Baik PTRO maupun TPIA menunjukkan pola yang mirip: ekspansi regional, peningkatan skala bisnis, dan posisi pasar yang menguat. Aksi Petrosea bukan sekadar investasi, tapi bagian dari strategi jangka panjang membangun konglomerasi energi dan SDA kompetitif di Asia Pasifik,” pungkas Hendra.

