Ekspansi Masif, Tingkat Pertumbuhan Keuangan dan Saham Petrosea (PTRO) Menjanjikan
JAKARTA, investortrust.id – PT Petrosea Tbk (PTRO), emiten baru yang masuk dalam bagian grup Barito atau emiten yang dikendalikan orang terkaya di Indonesia Prajogo Pangestu, diperkirakan mampu cetak pertumbuhan tahunan (CAGR) laba bersih sebanyak 46% periode 2023-2028. Kenaikan tersebut sejalan dengan perkiraan pertumbuhan pendapatan 14% disertai dengan peningkatan margin keuntungan.
Dengan peluang pertumbuhan kinerja keuangan pesat tersebut mendorong Sucor Sekuritas dalam riset inisiasinya untuk merekomendasikan beli saham PTRO dengan target harga Rp 10.000. Target ini merefleksikan lompatan laba baik dari segmen kontraktor pertambangan dan batu bara.
Baca Juga
Petrosea (PTRO) Teken Perjanjian Jasa Pertambangan dengan Anak Usaha Cokal Ltd
“Kami memperkirakan sektor kontraktor pertambangan menghasilkan tingkat pertumbuhan rata-rata tahunan pendapatan sebanyak 8% untuk lima tahun mendatang ditopang penambahan jumlah kontrak baru dari PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dan PT SIngaraja Putra Tbk (SINI),” tulis analis Sucor Sekuritas Yoga Ahmad Gifari dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, hari ini.
Lantas, apa yang membuat proyeksi pertumbuhan kinerja keuangan PTRO kuat ke depan? Sucor Sekuritas menyebutkan bahwa Petrosea (PTRO) telah berhasil menjadikan dirinya sebagai EPS dan kontraktor pertambangan tangguh di Indonesia yang bisa menarik kontrak dari perusahaan multinasional migas hingga perusahaan migas domestic.
Estimasi Kinerja Keuangan PTRO
Sumber Sucor Sekuritas
Perseroan telah berhasil meraih kontrak dari beberapa perusahaan migas dan tambang raksasa, seperti Freeport, BP, Unocal, Total, CononcoPhillips, Newmot, Bayan Group, Kideco, dan lainnya. PTRO memiliki hubungan yang kuat dengan Freeprt sebagai pelanggan EPS terbesar bagi perseroan dengan sumbangan 47% terhadap total pendapatan EPS.
Perseroan juga telah mengamankan kontrak EPS senilai US$ 448 juta dari BP dan Vale Indonesia. Angka tersebut setara dengan 30% dari total kontrak EPC yang telah dikantungi perseroan.
Baca Juga
Selain itu, dia mengatakan, Petrosea (PTRO) kini tercatat sebagai enam perusahaan kontraktor pertambangan batu bara terbesar di Indonesia dengan total produksi batu bara mencapai 17 juta ton dan overburden removal mencapai 131 juta bcm tahun 2023. Perseroan juga sudah mendapatkan tambahan kontrak seumur hidur dari induknya SINI bernilai US$ 1,08 miliar.
Petrosea (PTRO) juga menginisiasi diversifikasi bisnis kontraktor pertambangan ke proyek mineral emas, bauksit, dan nikel. Saat ini, perseroan telah mengamankan kontrak dari tambang nikel yang dimiliki anak usaha PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dengan tenor dua tahun.
Selain factor tersebut, Sucor Sekuritas menyebutkan, Petrosea (PTRO) akan diuntungkan atas persetujuan pemerintah terhadap RKAB sejumlah perusahaan pertambangan batu bara dengan target produksi sebanyak 922 juta ton batu bara periode 2024-2026. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan dari realisasi 2023.
Baca Juga
Petrosea (PTRO) Milik Prajogo Pangestu Kantongi Kontrak Jasa Tambang US$ 230 Juta
“Kami melihat bahwa penambahan produksi batu bara sebagian besar berasal dari tambang-tambang kecil. Sedangkan tambang besar cenderung mempertahankan target produksi. Kondisi ini diharapkan menjadi nilai tambah bagi PTRO, karena perseroan unggul di bidang kontraktor penambangan dan memiliki pengalaman Panjang dengan sejumlam produsen batu bara,” terangnya.
Dengan sejumlah factor tersebut, Sucor Sekuritas memperkriakan, PTRO berpotensi menambah pangsa pasar didukung peningkatan kapasitas produksi dari tiga kontrak baru tahun ini. Diperkirakan kontraktor pertambangan batu bara perseroan menghasilkan produksi sebanyak 28 juta ton tahun ini atau menunjukkan pertumbuhan rata-rata tahunan 13% hingga 2028.
Berbagai faktor tersebut mendorong Yoga Ahmad menargetkan laba bersih PTRO menjadi US$ 8 juta tahun ini dan diharapkan melesat menjadi US$ 28 juta tahun 2025.
Grafik Saham PTRO

