Caplok Grup HBS AU$ 40 Juta, Petrosea (PTRO) Ekspansi ke Mineral Emas di Papua New Guinea
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Petrosea Tbk (PTRO) resmi menandatangani Conditional Share Sale and Purchase Agreement untuk mengakuisisi seluruh saham HBS (PNG) Limited beserta anak usahanya (Grup HBS) senilai AU$ 40 juta atau sekitar US$ 25,76 juta pada Jumat, (1/8/2025).
Kesepakatan ini akan berlaku efektif setelah seluruh persyaratan dalam perjanjian bersyarat tersebut terpenuhi. Grup HBS, yang berdiri sejak 2006 di Papua New Guinea, merupakan pemain utama di bidang jasa pertambangan dan konstruksi, serta penyedia solusi alat berat meliputi distribusi peralatan, mesin, suku cadang, dan properti.
Baca Juga
Indonesia Masih Nikmati Surplus di Juni 2025, Tapi Turun 4,65% Secara Bulanan
Grup HBS telah lama memiliki hubungan kemitraan yang kuat dan menjalin kerja sama dengan berbagai pemain kunci di sektor pertambangan, terutama di mineral emas. Saat ini, Grup HBS melayani beberapa proyek pertambangan emas besar di Papua New Guinea.
“Transaksi ini merupakan bagian dari strategi pengembangan usaha Perusahaan ke luar negeri dan diversifikasi ke sektor mineral emas. Akuisisi ini diharapkan akan memperkuat kinerja dan kedudukan Perusahaan, serta menciptakan sinergi operasional antara Indonesia dan Papua New Guinea,” ujar Presiden Direktur Petrosea Michael dalam keterangan yang diterima investortrust.id Jumat, (1/8/2025).
Penggabungan kapabilitas dan kemitraan akan memberikan manfaat secara langsung di mana Grup HBS akan dapat memperluas cakupan pelayanan untuk proyek saat ini dan potensi proyek-proyek baru yang lebih beragam dan besar di masa depan. Dengan ini, Grup HBS akan mampu menawarkan solusi yang lebih komprehensif untuk menjawab tantangan yang dihadapi oleh industri.
Baca Juga
IHSG Sesi I Ditutup Rebound 1,17%, Saham Prajogo hingga Big Bank Jadi Penopang
“Ke depan, perusahaan melalui Grup HBS akan memperluas cakupan layanan jasa pertambangan dan konstruksi terpadu serta berbagai layanan lainnya di sektor pertambangan di luar Indonesia. Perusahaan secara konsisten terus mengupayakan penciptaan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya kini dan di masa mendatang,” pungkasnya.
Adapun kinerja keuangan emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu (PTRO) ini per semester I-2025 catatkan penurunan. Laba bersih periode berjalan anjlok dari US$ 1,52 juta menjadi US$ 1,26 juta, meskipun pendapatan mengalami peningkatan dari US$ 318,02 juta menjadi US$ 351,11 juta. Penurunan dipicu atas peningkatan buban bunga.

