Pantas Sahamnya Terbang, Petrosea (PTRO) Ternyata Mau Akuisisi Perusahaan Asal Singapura Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Petrosea Tbk (PTRO) menandatangani non-binding term sheet terkait akuisisi mayoritas saham perusahaan berbasis yang bergerak di bidang plant civil engineering construction dan maintenance work untuk industri pengolahan kimia serta minyak dan gas onshore di Singapura, Scan-Bilt Pte. Ltd. (SBPL).
Sebelum pengumuman akuisisi ini, saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu (PTRO) ternyata telah melambung sebanyak 33,84% menjadi Rp 5.300 dalam lima hari terakhir di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Penandatanganan kesepakatan awal ini akan ditindaklanjuti dengan due diligence dan negosiasi lebih lanjut. Aksi korporasi ini disebut menjadi bagian dari strategi pertumbuhan dan diversifikasi Petrosea di sektor kimia dan energi. “Sebagai langkah strategis, Petrosea akan mengembangkan SBPL sebagai business hub bagi ekspansi bisnis ke kawasan Asia Pasifik yang mencakup Singapura, Papua Nugini, dan Indonesia,” ujar Presiden Direktur PTRO, Michael dalam keterangan resminya, Jumat, (19/9/2025).
Baca Juga
Petrosea (PTRO) Teken Pinjaman Rp 2,5 Triliun, Berikut Tujuan Penggunannya
Sejak berdiri pada 1983, SBPL memiliki rekam jejak kuat dalam mendukung proyek konstruksi strategis di sektor kimia dan energi. Perusahaan ini berpengalaman di berbagai proyek pembangunan pabrik kimia, terminal tangki, hingga fasilitas pembangkit listrik.
Beberapa proyek besar yang pernah ditangani SBPL di antaranya Piling and Civil Engineering Construction di Pulau Bukom milik Shell Eastern Petroleum, pembangunan Effluent Treatment Recycling Plant di Singapura, serta proyek Stolthaven Expansion Project untuk Stolthaven Singapore.
Selain itu, SBPL mengelola kontrak jangka panjang dengan Aster Chemicals and Energy Pte. Ltd., termasuk Bukom Maintenance Contract di Pulau Bukom yang dikenal sebagai pusat industri petrokimia terpadu Singapura.
Baca Juga
Petrosea (PTRO) Gandeng Rukun Raharja (RAJA) Akuisisi 100% Saham Dua Perusahaan Bidang Migas Ini
Petrosea menegaskan akuisisi ini selaras dengan fokus pengembangan portofolio non-batubara. Melalui anak usaha HBS dan Hafar, Petrosea telah mengembangkan bisnis pertambangan emas dan mineral, serta solusi EPCI offshore (Engineering, Procurement, Construction, and Installation).
Sebagai perusahaan multidisiplin dengan rekam jejak lebih dari lima dekade, Petrosea menghadirkan layanan terintegrasi yang mencakup EPC, pertambangan, EPCI lepas pantai, hingga logistik untuk industri pertambangan serta minyak dan gas di Asia Tenggara, Papua Nugini, dan Australia.

