Harga Emas Antam (ANTM) Menguat ke Rp 3,087 Juta di Tengah Pelemahan Dolar
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam hari ini Rabu (11/3/2026) dipantau laman Logam Mulia mencapai Rp 3,087 juta atau naik Rp 40.000 dari Selasa (10/3/2026) Rp 3,047 juta per gram didorong pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) dan meredanya kekhawatiran inflasi.
Adapun rekor tertinggi sepanjang sejarah (all time high/ATH) sebelumnya di level Rp 3,168 juta per gram yang dicetak pada Kamis 29 Januari 2026. Sedangkan harga jual kembali (buyback) emas Antam sebesar Rp 2,847 juta atau naik Rp 45.000 dari sebelumnya Rp 2,802 juta.
Harga emas Antam bergerak di tengah harga emas dunia yang melonjak hampir 2% pada perdagangan Selasa (11/3/2026), Harga emas spot naik 1,9% menjadi US$ 5.231,79 per ons. Sementara kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman April ditutup 2,7% lebih tinggi pada US$ 5.242,10 per ons.
Penguatan harga emas juga dipengaruhi pelemahan indeks dolar AS. Mata uang yang lebih lemah membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain sehingga meningkatkan permintaan global terhadap logam mulia tersebut.
Baca Juga
Di sisi lain, harga minyak dunia justru turun tajam setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi dalam lebih dari 3 tahun. Penurunan ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan perkiraan bahwa konflik di Timur Tengah dapat segera berakhir, sehingga meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan minyak global.
Meski demikian, situasi di lapangan menunjukkan konflik masih berlangsung. Warga Teheran yang dihubungi Reuters menggambarkan pemboman ibu kota Iran oleh pasukan Amerika Serikat dan Israel sebagai salah satu yang paling sengit sejak konflik tersebut dimulai.
Emas secara tradisional dipandang sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi. Namun, logam mulia ini biasanya kehilangan daya tarik ketika suku bunga naik karena tidak memberikan imbal hasil, seperti obligasi atau instrumen berbunga lainnya.
Pasar saat ini juga menunggu rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat. Investor mencermati data indeks harga konsumen serta data Pengeluaran Konsumsi Pribadi atau Personal Consumption Expenditures (PCE), yang dijadwalkan dirilis akhir pekan ini.
Data tersebut menjadi indikator utama inflasi yang dipantau oleh Federal Reserve atau bank sentral Amerika Serikat dalam menentukan arah kebijakan moneternya.
Federal Reserve diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya tetap stabil dalam pertemuan kebijakan yang dijadwalkan berlangsung pada 17-18 Maret.
Sementara itu, di pasar fisik global, harga emas di Dubai tercatat diperdagangkan lebih murah dibandingkan London. Kondisi ini terjadi karena pembatasan penerbangan akibat konflik regional membuat lebih banyak emas batangan tertahan di pasar lokal, sementara permintaan di kawasan tersebut masih relatif lemah.
Datar harga emas Antam hari ini:
- Emas 0,5 gram: Rp 1,593 juta
- Emas 1 gram: Rp 3,087 juta
- Emas 2 gram: Rp 6,114 juta
- Emas 3 gram: Rp 9,146 juta
- Emas 5 gram: Rp 15,210 juta
- Emas 10 gram: Rp 30,365 juta
- Emas 25 gram: Rp 75,787 juta
- Emas 50 gram: Rp 151,495 juta
- Emas 100 gram: Rp 302,912 juta
- Emas 250 gram: Rp 757,015 juta
- Emas 500 gram: Rp 1,513,820 miliar
- Emas 1.000 gram: Rp 3,027,600 miliar.

