Lanjutkan Pelemahan, IHSG Dibuka Anjlok 20 Poin Terseret Kejatuhan Mayoritas Sektor Saham
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (19/6/2025), dibuka anjlok sebanyak 20 poin (0,31%) menjadi 6.949. Pelemahan tersebut melakukan penurunan dalam kemarin.
Pelemahan dipicu atas kejatuhan hampir seluruh sektor saham, seperti material dasar, consumer primer, consumer non primer, keuangan, infrastruktur, dan property. Sebaliknya kenaikan tipis melanda saham transportasi.
Baca Juga
Meski IHSG jatuh, saham berikut cetak kenaikan pesat PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) naik 20,18% menjadi Rp 262, PT Krida Jaringan Nusantara Tbk (KJEN) naik 25% menjadi Rp 124, dan PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) naik 24% menjadi Rp 124. Sebaliknya penurunan melanda saham OBAT, IOTF, dan NINE.
Kemarin, IHSG ditutup tersungkur sebanyak 139,15 poin (1,96%) ke level terendah baru dalam sebulan terakhir menjadi 6.968. Pemodal asing juga membukukan penjualan bersih (net sell) jumbo mencapai Rp 1,25 triliun terbanyak melanda saham BMRI, ANTM, dan BBRI.
Baca Juga
Chandra Daya (CDIA) Ungkap 4 Pilar Bisnis jelang IPO Saham, Simak Keunggulan Bisnis Setiap Pilar
Penurunan sejalan dengan koreksi seluruh sektor saham, seperti material dasar 3,76%, sektor energy 1,78%, sektor teknologi 2%, sektor tranportasi 3,86%, dan sektor keuangan 1,61%. Penurunan makin dalam setelah sejumlah saham big cap melemah tajam.
Meski IHSG terjungkal, saham ini tetap perkasa, yaitu PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (CSIS) naik 35% menjadi Rp 81, PT Green Power Group Tbk (LABA) naik 23,93% menjadi Rp 202, PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) naik 21,95% menjadi Rp 100, PT Master Print Tbk (PMTR) naik 14,74% menjadi Rp 179, dan PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) naik 14,65% menjadi Rp 1.800.

