Pantas Sahamnya Terbang hingga Disuspensi, DCI Indonesia (DCII) ternyata Cetak Lompatan Laba Segini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Pantas saja saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) melesat sebanyak 130% dalam sebulan terakhir hingga dikenaikan penghentian sementara (suspensi) perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dua kali dalam sepekan ini, ternyata laba periode berjalan emiten data center ini melambung 105,91% pada semester I-2025.
Manajemen dalam rilis kinerja keuangan di BEI, Kamis (24/7/2025), menyebutkan bahwa laba bersih emiten portofolio Anthony Salim ini melesat dari Rp 299,62 miliar menjadi Rp 616,95 miliar. Kenaikan ini sejalan dengan pertumbuhan pendapatan dari Rp 737,30 miliar menjadi Rp 1,33 triliun hingga Juni 2025.
Baca Juga
Emiten yang dikendalikan Otto Toto Sugiri, Marina Budiman, dan Han Arming Hanafia ini juga membukukan lompatan laba usaha dari Rp 378,66 miliar menjadi Rp 741,61 miliar pada semester I-2025. Adapun laba per saham dasar melesat dari Rp 126 menjadi Rp 259 per saham.
Saat ini, saham DCII masih dihentikan perdagangannya oleh BEI dipicu atas lompatan harga saham emiten data center terbesar di Tanah Air ini. Berdasarkan data BEI, saham DCII telah melesat sebanyak 130,23% menjadi Rp 346.725 dalam seblum terakhir. Sedangkan year to date (ytd) telah terjadi penguatan lebih dari 715%. Kenaikan tersebut menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) saham ini melonjak menjadi Rp 826,24 triliun atau peringkat tiga terbesar di BEI.
Lompatan saham tersebut juga menjadikan tiga pengendali DCII, nilai kekayaan tiga pengendalinya makin menggunung. Forbes real time hari ini mengungkap nilai kekayaan Otto Toto Sugiri, pengendali 29,9% saham DCII, bertambah sebanyak US$ 1,1 miliar menjadi US$ 13,9 miliar ( Rp 226,40 triliun) atau menempati peringkat terkaya kelima di Indonesia. Marina Budiman, pemegang 22,51% saham DCII, bertambah US$ 834 juta menjadi US$ 10,2 miliar (Rp 166,13 triliun) dan menempatkanya menjadi perempuan terkaya sekaligus peringkat enam terkaya di Indonesia.
Baca Juga
Data Center DCI Indonesia (DCII) di Cibitung Diresmikan, Otto Toto Ungkap Sejumlah Fitur Canggih Ini
Terakhir, Han Arming Hanafia, pemegang 14,11% saham DCII, bertambah US$ 523 juta menjadi US$ 6,6 miliar (Rp 107,50 triliun), sehingga dirinya menjadi orang terkaya kedelapan di Indonesia. Anthoni Salim, pengendali grup Indofood, ikut kecipratan atas kenaikan pesat saham DCII. Sebagaimana diketahui Anthoni Salim merupakan investor strategis dengan kepemilikan 11,12% saham DCII, sehingga nilai sahamnya kini mencapai Rp 96,89 triliun atau setara dengan US$ 5,6 miliar.
DCII resmi diperdagangkan di BEI sejak 6 Januari 2021 dengan jumlah saham terdaftar sebanyak 2,38 miliar unit. Saat itu, saham DCII dilepas dengan harga Rp 420, sehingga dana IPO saham terkumpul saat itu mencapai Rp 150,17 miliar. Dibandingkan dengan market cap saat ini, peningkatan kapitalisasi pasar DCII lebih dari 826 kali hanya dalam 3,5 tahun. Tak hanya itu kenaikan harga tersebut menjadikan tiga pemegang saham pengendalinya masuk dalam daftar top 10 terkaya di Indonesia berdasarkan perhitungan Forbes.

