Pantas Sahamnya Terbang, Emiten Milik Haji Isam Ini Ternyata Cetak Lompatan Laba 690,25% di Semester I
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Pantas PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), emiten yang dikendalikan anak Haji Isam, masuk dalam daftar top 3 saham tercuan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang pekan ini, ternyata kinerja semester I-2025 menunjukkan pertumbuhan mengesankan. Laba bersih melambung sebanyak 690,25% dari Rp 10,57 miliar menjadi Rp 83,53 miliar.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham PGUN berhasil mencatatkan lompatan sebanyak 60,53% dari Rp 570 menjadi Rp 915 sepanjang pekan ini atau pekan 21-25 Juli 2025. PGUN menjadi saham dengan kenaikan tertinggi kedua setelah PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) melesat sebanyak 70% dari Rp 975 menjadi Rp 1.665.
Baca Juga
Pradiksi Gunatama (PGUN) Cetak Kenaikan Signifikan Laba 883,76% di Kuartal I-2025
PGUN dalam rilis laporan kinerja keuangan di BEI, Minggu (27/7/2025) menyebutkan, kenaikan pesat laba tersebut sejalan dengan pertumbuhan penjualan dari Rp 258,63 miliar menjadi Rp 385,17 miliar hingga Juni 2025. Laba bruto juga melambung dari Rp 47,35 miliar menjadi Rp 142,71 miliar.
Perseroan juga mencatatkan kenaikan kuat laba usaha dari Rp 32,89 miliar menjadi Rp 119,09 miliar. Beban keuangan juga turun dari Rp 21,03 miliar menjadi Rp 16,97 miliar. Alhasil laba sebelum pajak penghasilan naik siginfikan dari Rp 13,70 miliar menjadi Rp 106,94 miliar.
Laba bersih melesat dari Rp 10,57 miliar menjadi Rp 83,53 miliar, sehingga laba per saham dasar perseroan melesat dari Rp 1,84 menjadi Rp 14,56 per saham.
Baca Juga
Bos Hartadinata (HRTA): “Bullion Bank” Bisa Ubah Perilaku Konsumtif Jadi Produktif
PGUN merupakan perusahaan perkebunan kelapa sawit yang dikendalikan PT Araya Agro Lestari dengan kepemilikan 38,44% saham, PT Citra Agro Raya sebanyak 38,25% saham, dan Khairuddin Simatupang. Saham PGUN juga dikuasai PT Baramega Cipta Mulia sebanyak 15,69% dan sisanya milik pemegang saham public.
Sepanjang pekan ini, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat kenaikan sebanyak 231,58 poin (3,17%) menjadi 7.543,50.

