Saham DCII Gulingkan TPIA dalam Daftar Market Cap Terbesar Ketiga di BEI, Kekayaan Tiga Pengendali hingga Anthony Salim Melesat
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT DCI Indonesia Tbk (DCII) rebut posisi sebagai emiten dengan kapitalisasi (market cap) terbesar ketiga bernilai Rp 826,24 triliun menyalip PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) bernilai Rp 782,92 triliun pada penutupan perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (23/7/2025). Sedangkan DCII hari ini ditutup melesat hingga auto reject atas (ARA) sebanyak 19,99% ke level tertinggi baru sepanjang masa menjadi Rp 346.725.
Berkat lompatan tersebut tiga pengendali DCII, nilai kekayaan tiga pengendalinya makin menggunung. Forbes real time hari ini mengungkap nilai kekayaan Otto Toto Sugiri, pengendali 29,9% saham DCII, bertambah sebanyak US$ 1,1 miliar menjadi US$ 13,9 miliar ( Rp 226,40 triliun) atau menempati peringkat terkaya kelima di Indonesia. Marina Budiman, pemegang 22,51% saham DCII, bertambah US$ 834 juta menjadi US$ 10,2 miliar (Rp 166,13 triliun) dan menempatkanya menjadi perempuan terkaya sekaligus peringkat enam terkaya di Indonesia.
Baca Juga
Top! IHSG Ditutup Melesat ke Rekor Tertinggi Tahun Ini 7.469, Saham Ini Jadi Penopang
Terakhir, Han Arming Hanafia, pemegang 14,11% saham DCII, bertambah US$ 523 juta menjadi US$ 6,6 miliar (Rp 107,50 triliun), sehingga dirinya menjadi orang terkaya kedelapan di Indonesia. Anthoni Salim, pengendali grup Indofood, ikut kecipratan atas kenaikan pesat saham DCII. Sebagaimana diketahui Anthoni Salim merupakan investor strategis dengan kepemilikan 11,12% saham DCII, sehingga nilai sahamnya kini mencapai Rp 96,89 triliun atau setara dengan US$ 5,6 miliar.
DCII resmi diperdagangkan di BEI sejak 6 Januari 2021 dengan jumlah saham terdaftar sebanyak 2,38 miliar unit. Saat itu, saham DCII dilepas dengan harga Rp 420, sehingga dana IPO saham terkumpul saat itu mencapai Rp 150,17 miliar. Adapun market cap DCII saat listing perdana hanya mencapai Rp 1 triliun.
Dibandingkan dengan market cap saat ini, peningkatan kapitalisasi pasar DCII lebih dari 826 kali hanya dalam 3,5 tahun. Tak hanya itu kenaikan harga tersebut menjadikan tiga pemegang saham pengendalinya masuk dalam daftar top 10 terkaya di Indonesia berdasarkan perhitungan Forbes.
Terkait kinerja keuangan, DCII mengumumkan peningkatan pesat pendapatan dari Rp 354,41 miliar menjadi Rp 773,55 miliar hingga kuartal I-2025. Kenaikan tersebut berimbas terhadap peningkatan pesat laba bruto dari Rp 203,39 miliar menjadi Rp 519,68 miliar.
Baca Juga
Dengan kenaikan ini, laba periode berjalana DCII melesat dari Rp 142,79 miliar menjadi Rp 418,94 miliar hingga Maret 2025. DCII tercatat sebagai emiten dengan tingkat pertumbuhan laba pesat dalam lima tahun beruntun, yaitu tahun 2020 dengan laba Rp 183,14 miliar, 2021 senilai Rp 261,14 miliar, tahun 2022 meningkat menjadi Rp 367,84 miliar, tahun 2023 senilai Rp 514,23 miliar, dan tahun 2024 bertumbuh lebih pesat menjadi Rp 796,47 miliar.
Sementara itu, transaksi saham DCII berpotensi terkena penghentian sementara (suspensi) pada perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) besok, seiring lompatan harga hingga ARA pada penutupan perdagangan hari ini. Sebagaimana diketahui saham ini sudah terkena suspense pertama pada perdagangan Selasa (22/7/2025).

