Hingga September 2025, DCI Indonesia (DCII) Cetak Lompatan Laba Atribusi 83,53%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT DCI Indonesia Tbk (DCII), perusahaan portofolio Anthoni Salim, membukukan lompatan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 83,53% menjadi Rp 824,98 triliun hingga kuartal III-2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 449,74 miliar.
Manajemen DCII melalui rilis laporan kinerja keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (22/10/2025), menyebutkan kenaikan tersebut sejalan dengan peningkatan pesat pendapatan dari Rp 1,10 triliun menjadi Rp 1,92 triliun hingga September 2025. Laba bruto juga naik dari Rp 630,42 miliar menjadi Rp 1,07 triliun.
Baca Juga
BI Tahan BI Rate di 4,75%, Fokus Jaga Stabilitas Rupiah dan Dorong Pertumbuhan
Laba usaha juga mengalami peningkatan pesat dari sebelumnya Rp 565,97 miliar menjadi Rp 999,34 miliar hingga September 2025. Laba periode berjalan juga meningkat pesat dari Rp 449,74 miliar menjadi Rp 825,08 miliar. Kenaikan tersebut menjadikan laba bersih per saham DCII naik dari Rp 189 menjadi Rp 346.
Terkait pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham DCII sukses catatkan kenaikan lebih dari 558% sepanjang year to date (ytd) menjadi Rp 279.475. Adapun hari ini, saham DCII menguat Rp 175% menjadi Rp 279.650 atau menjadikan DCII tetap menjadi saham dengan harga termahal di BEI.
Baca Juga
Saham Data Center hingga Komoditas Jadi Penopang Utama Penguatan IHSG 2025
DCI Indonesia (DCI) merupakan perusahaan data center terbesar di Indonesia yang telah mencadatkan saham di BEI. Berdasarkan data registrasi, Otto Toto Sugiri bertindak sebagai pengendali dengan kepemilikan 29,9% saham DCII. Pengendali lainnya adalah Marina Budiman dengan kepemilikan 22,51% saham DCII, terakhir Han Arming Hanafia menguasai 14,11% saham DCII.
Adapun Anthoni Salim, pengendali grup Indofood, ikut kecipratan atas kenaikan pesat saham DCII. Sebagaimana diketahui Anthoni Salim merupakan investor strategis dengan kepemilikan 11,12% saham DCII.

