Dua Direksi Borong Saham Chandra Daya (CDIA) Sebelum Suspensi, Cuan Segini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Dua direksi PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) mengumumkan pembelian saham perusahaan yang dipimpinnya masing-masing 5 juta lembar. Kedua direksi ini langsung diganjar potensi cuan melimpah sebanyak 89,75%.
Kedua direktur tersebut adalah Jonathan Kandinata membeli sebanyak 5 juta saham CDIA dengan harga pelaksanaan Rp 800 per saham pada 17 Juli 2025. Pembelian dengan tujuan investasi tersebut bernilai Rp 4 miliar. Direktur lainnya Fransiskus Ruly Aryawan ikut membeli 5 juta saham CDIA dengan harga sama pada 17 Juli, sehingga nilainya Rp 4 miliar.
Baca Juga
Saham CDIA dan COIN kembali ARA hingga 7 Hari Beruntun, Suspensi dan FCA Menanti?
Dengan mengacu harga penutupan saham CDIA sebelum terkena penghentian sementara (suspense) kedua hari ini ditutup Rp 1.515, sehingga Jonathan dan Fransiskus Ruly telah cuan mencapai 89,75% atau setara dengan Rp 3,57 miliar.
CDIA sebelumnya menuntaskan IPO saham dengan melepas sebanyak 10% saham atau sebanyak 12,28 miliar dengan perolehan dana berkisar Rp 2,3 triliun. CDIA merupakan perusahaan holding investasi infrastruktur, bagian dari PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), yang memiliki sejumlah anak usaha memiliki empat pilar bisnis, yaitu pilar bisnis energi, pilar logistic, pilar kepelabuhan dan penyimpanan, dan pilar energi melalui perusahaan asosiasi.
Sejak listing perdana di BEI pada 9 Juli 2025, saham CDIA ditutup melesat hingga auto reject atas (ARA) setiap hari hingga akhirnya saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu ini terkena suspensi perdagangan sudah dua kali. Hingga kini, saham CDIA telah melambung sebanyak 697,36% dari harga IPO Rp 190 menjadi Rp 1.515 per saham.
Baca Juga
Sebelumnya, Chandra Daya Investasi (CDIA) atau CDI Group mengumumkan penambahan dua kapal chemical vessel berkapasitas 9.000 DWT. Kapal tersebut kini tengah dalam proses konstruksi di Jepang dan dirancang khusus untuk mendukung pengangkutan bahan kimia di jalur pelayaran domestik maupun internasional. Adapun saham CDIA kembali torehkan kenaikan auto reject atas (ARA) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (18/7/2025
Kapal tersebut ditargetkan mulai pada semester I-2026, kapal-kapal ini akan menjalani proses konstruksi dan pengujian ketat sesuai standar keselamatan dan keandalan internasional. CDI Group juga menegaskan komitmennya untuk mengutamakan keselamatan, efisiensi, dan keandalan dalam setiap aspek operasional armada barunya.
Langkah strategis ini menandai penguatan peran CDIA dalam rantai pasok industri kimia nasional dan global. Kedua kapal akan menggunakan dua bendera yang bakal dimanfaatkan untuk memperkuat distribusi dalam negeri, serta bendera internasional untuk menjangkau pasar ekspor.

