Saham Chandra Daya (CDIA) Melejit 697% Pasca IPO hingga Disuspensi, masih Layak Ditunggu?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) kembali menjadi sorotan pasar modal usai melejit tajam dan sempat terkena suspensi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Sejak debut perdana di bursa pada 9 Juli 2025, saham CDIA telah melambung hingga 697,36%, dari harga IPO Rp 190 menjadi Rp 1.515 per saham sebelum disuspensi.
Lonjakan drastis tersebut sempat membuat saham ini mengalami auto reject atas (ARA) secara beruntun selama tercatat di BEI hingga akhirnya BEI menghentikan sementara perdagangannya dua kali karena volatilitas yang tinggi.
Baca Juga
Dua Direksi Borong Saham Chandra Daya (CDIA) Sebelum Suspensi, Cuan Segini
Menanggapi fenomena ini, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, memberikan pandangan berhati-hati, namun tetap optimistis terhadap prospek jangka menengah–panjang saham CDIA.
“Saham CDIA kini sudah menjadi multi bagger, tapi tetap perlu dicermati karena teknikalnya masih baru. Jika terjadi koreksi usai suspensi dicabut, justru itu bisa jadi peluang beli menarik bagi investor jangka menengah dan panjang,” ujar Nafan kepada investortrust.id, Rabu (23/7/2025).
Perbaikan Valuasi
Nafan menjelaskan bahwa koreksi harga pasca suspensi dapat menurunkan nilai premiumnya, sehingga membuat saham ini lebih atraktif dari sisi valuasi. Terlebih di tengah aksi profit taking dari investor ritel, tekanan harga dinilai sebagai hal yang wajar.
“Kalau valuasinya turun setelah dibuka suspensinya, itu bisa membuat saham ini lebih menarik. Walau masih premium, koreksi bisa membuka ruang beli,” jelasnya.
Baca Juga
Chandra Daya (CDIA): Tambah Dua Armada hingga Saham ARA Tujuh Hari Beruntun
Meski demikian, Nafan menekankan pentingnya konsistensi tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) untuk menopang daya tarik saham di mata investor institusi maupun ritel.
Ia juga menyarankan investor menunggu laporan keuangan kuartal II 2025 sebelum mengambil keputusan investasi berikutnya. “Kinerja keuangan sangat penting sebagai dasar pengambilan keputusan. Apalagi saham ini sudah bergerak sangat agresif sejak IPO,” tambahnya.
CDIA merupakan emiten yang dikendalikan oleh konglomerat Prajogo Pangestu, yang juga memiliki kendali atas sejumlah perusahaan besar lainnya di sektor energi dan petrokimia. Hal ini turut menambah minat pasar terhadap pergerakan saham CDIA dalam jangka pendek.

