Saham CDIA dan COIN kembali ARA hingga 7 Hari Beruntun, Suspensi dan FCA Menanti?
JAKARTA, investortrust.id - Dua saham pendatang baru, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) dan PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) kembali diperdagangkan dengan penguatan hingga auto reject atas (ARA), hingga penutupan Jumat (18/7/2025). Padahal, saham ini sempat disuspensi kemarin akibat kenaikan harga signfikan sampai ARA sejak listing perdana 9 Juli.
Berlanjutnya penguatan hingga ARA membuka peluang saham ini akan kembali terkena penghentian sementara atau suspensi hingga masuk dalam daftar saham papan pemantauan khusus (PPK) dengan mekanisme perdagangan full call auction (FCA). Lantas, saham mana yang mencatatkan penguatan paling signifikan?
Usai suspensi dicabut, saham CDIA langsung menembus auto rejection atas (ARA) ke level Rp 975 atau melonjak sekitar 25% dari harga penutupan sebelumnya. Lonjakan ini disebut sejumlah investor sebagai indikasi kuat bahwa minat investor terhadap saham emiten anyar tersebut masih tinggi. Meski mencatat kenaikan signifikan, analis mengingatkan investor agar tetap berhati-hati.
Baca Juga
Chandra Daya (CDIA): Tambah Dua Armada hingga Saham ARA Tujuh Hari Beruntun
Pengamat pasar modal Panin Sekuritas, Reydi Octa menilai secara momentum CDIA memang menarik. Namun, sebagai saham yang baru melantai di bursa 9 Juli 2025 ini, fundamentalnya masih minim. “Jika CDIA melanjutkan ARA beberapa hari ke depan, tanpa diimbangi tekanan jual yang signifikan, bisa-bisa CDIA akan kembali disuspensi dan potensi masuk kategori FCA (full call auction) dengan batas ARA 10%,” ujar Reydi saat dihubungi investortrust.id, Jumat, (18/7/2025).
Mengacu data perdagangan BEI, saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu ini telah melambung sebanyak 413,16% dari harga IPO Rp 190 menjadi Rp 975.
Baca Juga
Transaksi Saham CDIA dan COIN Dibuka Lagi, Bakal Lanjutkan ARA?
Tak kalah mencolok, saham COIN mencetak penguatan signifikan hingga ARA sejak listing di bursa pada 9 Juli 2025. Setelah suspensi dicabut, saham COIN juga langsung ARA ke level Rp 590 atau naik 24,5% dalam sehari. Sejak debut perdananya di pasar modal, saham ini telah mengalami lonjakan harga yang tajam, didorong sentimen positif terhadap ekosistem kripto dalam negeri. “Menurut saya, pekan depan, COIN berpotensi lanjut naik, tapi sangat rentan balik arah ketimbang CDIA,” jelas Reydi.
Adapun berdasarkan data perdagangan BEI, saham COIN telah melonjak 490% dari harga penawaran awal Rp 100 menjadi Rp 590.

