Transaksi Saham Chandra Daya (CDIA) Dibuka Hari Ini, Penguatan bakal Berlanjut?
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali membuka perdagangan (unsuspensi) saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) mulai sesi I, Jumat (25/7/2025). Secara bersamaan saham emiten infrastruktur yang dikendalikan Prajogo Pangestu ini akan ditransaksikan di papan pemantauan khusus (PPK) dengan kemanis perdagangan full call auction (FCA).
BEI dalam rilis resminya menyebutkan bahwa suspense atas perdagangan saham CDIA di pasar regular dan pasar tunai dibuka kembali mulai sesi I pada 25 Juli 2025. Secara bersamaan, saham CDIA masuk papan pemantauan khusus karena mengalai suspense lebih dari satu hari bursa setelah terjadi lompatan harga dalam beberapa hari terakhir terhitung sejak listing perdana di BEI pada 9 Juli 2025.
Baca Juga
Sambangi Kantor The Fed, Trump Kritik Powell dan Soroti Proyek Renovasi Rp 40 Triliun
Data BEI mengungkap bahwa saham CDIA telah melambung hingga 697,36% dari harga IPO Rp 190 pada 9 Juli 2025 menjadi Rp 1.515 per saham pada 22 Juli 2025 atau sebelum disuspensi. Lonjakan drastis tersebut sempat membuat saham ini mengalami auto reject atas (ARA) secara beruntun selama tercatat di BEI hingga akhirnya BEI menghentikan sementara perdagangannya dua kali karena volatilitas yang tinggi.
Sedangkan pada perdagangan di pasar negosiasi sebelum terjadi sumspensi saham CDIA sudah ditransaksikan di atas Rp 2.000 per saham. Angka tersebut jauh lebih tinggi di atas harga penutupan Rp 1.515 atau naik lebih dari 10 kali lipat dari harga IPO level Rp 190 per saham.
Lalu bagaimana prospek saham emiten ini? Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, memberikan pandangan berhati-hati, namun tetap optimistis terhadap prospek jangka menengah–panjang saham CDIA. “Saham CDIA kini sudah menjadi multi bagger, tapi tetap perlu dicermati karena teknikalnya masih baru. Jika terjadi koreksi usai suspensi dicabut, justru itu bisa jadi peluang beli menarik bagi investor jangka menengah dan panjang,” ujar Nafan.
Nafan menjelaskan bahwa koreksi harga pasca suspensi dapat menurunkan nilai premiumnya, sehingga membuat saham ini lebih atraktif dari sisi valuasi. Terlebih di tengah aksi profit taking dari investor ritel, tekanan harga dinilai sebagai hal yang wajar. “Kalau valuasinya turun setelah dibuka suspensinya, itu bisa membuat saham ini lebih menarik. Walau masih premium, koreksi bisa membuka ruang beli,” jelasnya.
Baca Juga
IHSG Diprediksi Lanjutkan Kenaikan, Tiga Saham Ini Layak Dilirik
Ia juga menyarankan investor menunggu laporan keuangan kuartal II 2025 sebelum mengambil keputusan investasi berikutnya. “Kinerja keuangan sangat penting sebagai dasar pengambilan keputusan. Apalagi saham ini sudah bergerak sangat agresif sejak IPO,” tambahnya.
CDIA merupakan emiten yang dikendalikan oleh konglomerat Prajogo Pangestu, yang juga memiliki kendali atas sejumlah perusahaan besar lainnya di sektor energi dan petrokimia. Hal ini turut menambah minat pasar terhadap pergerakan saham CDIA dalam jangka pendek.

