Euforia IPO Saham dan Sektor Keuangan Dorong IHSG ke Level Psikologis, Bagaimana Selanjutnya?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis, (10/7/2025) berhasil ditutup menguat signifikan sebesar 0,88% hingga kembali menembus level psikologis 7.005. Penguatan ini ditopang oleh euforia dari saham-saham IPO baru yang mencatatkan kenaikan auto rejection atas (ARA) selama tiga hari berturut-turut.
Analis Pasar Modal sekaligus Founder Stocknow.id Hendra Wardana mengatakam fenomena ini bukan hanya menjadi pusat perhatian pelaku pasar, tetapi menjadi katalis kuat bagi penguatan indeks dengan saham-saham, CDIA, PSAT, MERI, CHEK, dan COIN melonjak tajam dan menghidupkan kembali gairah transaksi ritel.
Baca Juga
Saham BBRI Melejit 5,16%, Top Value dan Top Pick Investor Asing!
“Lonjakan minat investor terhadap saham-saham baru ini membuktikan bahwa pasar domestik memiliki likuiditas besar yang siap mengalir ketika terdapat narasi pertumbuhan yang menarik, apalagi jika didukung sektor yang sedang tren seperti tambang dan energi,” kata Hendra kepada investortrust.id Kamis, (10/7/2025).
Selain faktor IPO, Hendra menjabarkan, penguatan IHSG ditopang oleh performa positif sektor keuangan dan energi. Saham-saham perbankan besar seperti BBRI, BMRI, dan BBCA tampil solid, menyumbang arus beli besar seiring stabilnya nilai tukar rupiah di kisaran Rp 16.215 per dolar AS.
Baca Juga
CSIS Duga Negosiasi Tarif Respirokal RI-AS Gagal gara-gara Ini
Di sisi lain, sektor energi juga ikut menopang dengan lonjakan harga saham seperti PTRO dan ANTM, menyusul ekspektasi kenaikan harga komoditas global.
“Kombinasi sentimen positif dari dalam negeri dan meredanya ketegangan eksternal membuka ruang bagi IHSG untuk melanjutkan reli-nya ke level 7.020, bahkan bisa menembus level 7.100 dalam waktu dekat,” ujar dia.
Saham Momentum Kuat
Dalam kondisi seperti ini, Hendra menyarankan investor untuk fokus pada saham-saham yang memiliki momentum kuat. Di antara saham-saham IPO yang tengah digandrungi, CDIA berpotensi menembus Rp 500, PSAT menuju Rp 1.900, dan MERI ke level Rp 300, seiring ekspektasi kenaikan lanjutan yang masih terbuka lebar.
Baca Juga
Jadi Tersangka Kasus Korupsi, Indra Utoyo Mundur dari Dirut Allo Bank
“Namun, kehati-hatian tetap diperlukan pada saham-saham seperti PMUI dan ASPR yang saat ini justru mengalami tekanan jual tajam, menandakan potensi distribusi awal pasca euforia,” jelas dia.
Di luar IPO saham, ia menilai saham-saham dari grup-grup besar juga layak diperhatikan. Misalnya, CUAN yang masih berada dalam tren naik dengan target ke Rp 15.000, BRPT yang menarik menuju Rp 1.850, serta MBMA dengan target Rp 600.

