Reli Berlanjut, IHSG Kembali Dekati Level Psikologis 8.000
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali memperpanjang reli pada perdagangan Senin (15/9/2025). Indeks ditutup menguat 78,13 poin atau 0,99% ke level 7.932,19, sejalan dengan pergerakan LQ45 yang turut naik 0,48% ke 808,58.
Optimistis pasar tercermin dari dominasi 470 saham yang menguat, jauh melampaui 209 saham melemah dan 126 stagnan. Aktivitas transaksi tercatat ramai dengan volume mencapai 33,54 miliar saham senilai Rp 16,78 triliun, termasuk Rp1,88 triliun dari pasar negosiasi.
Analis Pasar Modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, mengatakan dari sisi makro, rupiah bergerak stabil meski cenderung melemah tipis. Bank Indonesia menetapkan kurs JISDOR di level Rp16.405 per dolar AS, turun 14 poin dari posisi sebelumnya.
"Selain itu, BI juga merilis data utang luar negeri Indonesia per Juli 2025 yang mencapai US$ 432,5 miliar, turun dari bulan sebelumnya namun tumbuh 4,1% secara tahunan. Pertumbuhan ini lebih rendah dibandingkan 6,3% yoy pada Juni, memberi sinyal pelemahan laju penambahan utang eksternal," ujarnya kepada investortrust.id Senin, (15/9/2025).
Ia juga mengatakan sentimen positif juga datang dari pasar global. Bursa Asia mayoritas melanjutkan tren penguatan, dengan Korea Selatan mencetak rekor tertinggi dan China bertahan di dekat puncak satu dekade meski data ekonomi seperti produksi industry dan penjualan ritel melambat.
Optimistis pasar tercermin dari dominasi 470 saham yang menguat, jauh melampaui 209 saham melemah dan 126 stagnan. Aktivitas transaksi tercatat ramai dengan volume mencapai 33,54 miliar saham senilai Rp 16,78 triliun, termasuk Rp1,88 triliun dari pasar negosiasi.
Analis Pasar Modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, mengatakan dari sisi makro, rupiah bergerak stabil meski cenderung melemah tipis. Bank Indonesia menetapkan kurs JISDOR di level Rp16.405 per dolar AS, turun 14 poin dari posisi sebelumnya.
"Selain itu, BI juga merilis data utang luar negeri Indonesia per Juli 2025 yang mencapai US$ 432,5 miliar, turun dari bulan sebelumnya namun tumbuh 4,1% secara tahunan. Pertumbuhan ini lebih rendah dibandingkan 6,3% yoy pada Juni, memberi sinyal pelemahan laju penambahan utang eksternal," ujarnya kepada investortrust.id Senin, (15/9/2025).
Ia juga mengatakan sentimen positif juga datang dari pasar global. Bursa Asia mayoritas melanjutkan tren penguatan, dengan Korea Selatan mencetak rekor tertinggi dan China bertahan di dekat puncak satu dekade meski data ekonomi seperti produksi industry dan penjualan ritel melambat.
Di Eropa, indeks utama dibuka menguat tipis menanti keputusan bank sentral utama, termasuk The Fed dan Bank of England. "Sementara itu, harga minyak dunia kembali naik dipicu kekhawatiran gangguan pasokan dari Rusia, sedangkan emas terkoreksi tipis menjelang keputusan kebijakan moneter AS," ujarnya.
Di sesi kedua perdagangan, IHSG bahkan sempat menembus level tertinggi harian di 7.937,12 sebelum ditutup di 7.937,12 atau naik 83,05 poin (1,05%). Sektor infrastruktur 2,34%, energi 2,11%, dan teknologi 2,20% menjadi motor penggerak, disusul sektor bahan baku 1,53%. Dari sisi transaksi, saham-saham seperti BMRI, BREN, BBCA, TLKM, dan CDIA mendominasi crossing dengan nilai jumbo.
Saham-saham populer pun turut mewarnai pergerakan. BBCA menguat 1,26% ke Rp 8.025 dengan nilai transaksi terbesar, diikuti BMRI dan TLKM. Saham BRMS melonjak 8,82% ke Rp 555 dengan nilai beli asing mencapai Rp 308 miliar, menjadi salah satu favorit investor asing. Secara keseluruhan, asing mencatatkan net buy Rp 978 miliar, dengan aliran dana terbesar masuk ke BBCA, TLKM, AMMN, dan BRPT.
Menurut Hendra beberapa saham yang menjadi sorotan untuk perdagangan Selasa (16/9/2025) antara lain saham BRMS dengan target harga Rp 600, EMTK di Rp 1.380, BRPT di Rp 2.500, serta BKSL di Rp 153. Dukungan aliran dana asing dan momentum positif IHSG diperkirakan masih akan menopang tren penguatan dalam jangka pendek, dengan level support terdekat di 7.930-7.905 dan resistance di kisaran 7.950-7.975.

