Saham BBRI Melejit 5,16%, Top Value dan Top Pick Investor Asing!
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) berhasil melesat sebanyak Rp 190 (5,16%) menjadi Rp 3.870 pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (10/7/2025). Lompatan saham bank pelat merah ini juga diikuti dengan nilai transaksi mencapai Rp 1,1 triliun atau top value hari ini.
Bahkan, kenaikan harga saham BBRI tertinggi dibandingkan dengan saham bank lainnya yang masuk dalam daftar Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 4. Di antaranya, BMRI hanya naik 2,34% menjadi Rp 4.820, BBNI naik sebanyak 2,75% menjadi Rp 4.110, dan BBCA dengan kenaikan 1,18% menjadi Rp 8.600.
Baca Juga
Kepercayaan Investor Global Menguat, Transformasi Jadi Fondasi Daya Tarik Saham BRI (BBRI)
Selain itu, BBRI tercatat sebagai saham dengan net buy terbesar oleh investor asing dengan nilai Rp 89,53 miliar. Net buy saham BBRI berbanding terbalik dengan posisi investor asing di BEI yang masih melanjutkan net sell saham sebanyak Rp 394,18 miliar.
Terkait penguatan mengesankan saham BBRI, VP Marketing, Strategy & Planning Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi, mengatakan bahwa penguatan saham big bank, seperti BBRI, didorong oleh beberapa sentimen. Di antaranya, stand Fed yang lebih dovish paska rilis risalah FOMC pekan ini cenderung menunjukkan peluang pemangkasan FFR yang meningkat menjadi sekitar 25-50bps hingga akhir tahun.
“Hal ini memberikan ruang untuk BI untuk menurunkan suku bunga. Sentimen ini tentu akan berdampak pada normalisasi cost of credit perbankan dan meningkatkan demand kredit. Selain itu, valuasi beberapa saham big bank sudah murah sehingga pemodal mulai bebralik mengakumulasi,” terangnya kepada Investortrust di Jakarta, hari ini.
Sementara itu, Pengamat Pasar Modal Panin Sekuritas Reydi Octa mengatakan, kenaikan harga saham BBRI sepanjang hari ini didukung ekspektasi fundamental dan makro untuk perbankan, terutama BUMN, masih menarik, karena pertumbuhan kredit, peningkatan CASA, dan imbal hasil dividen jumbo. “Hal ini menciptakan sentimen positif untuk investor jangka menengah dan panjang mulai memburu saham BBRI,” ujarnya.
Rekomendasi Beli
Sementara itu, sebanyak 31 dari 37 analis atau sekitar 84% merekomendasikan beli (buy) saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Mengacu pada survey Bloomberg, para analis itu merekomendasikan beli untuk jangka 5 tahun. Adapun target harga rata-rata 12 bulan ke depan sebesar Rp 4.703,61 atau berpotensi memberikan gain 27,1%.
Para analis kompak dalam pandangannya terhadap optimisme pasar, sehingga saham BBRI sangat layak dikoleksi para investor. Dengan target harga sebulan ke depan Rp 4.703,61, berarti saham BBRI akan memberikan potensi imbal hasil sekitar 27,1%, jika dibandingkan dengan harga per 1 Juli 2025 di level Rp 3.700.
Baca Juga
Komisi XI DPR Apresiasi Strategi Akseleratif Transformasi BRI
Analis Trimegah Sekuritas, Jonathan Gunawan dalam laporannya mempertahankan rekomendasi beli saham BBRI dengan target harga Rp 5.400. Dalam proyeksi terbaru untuk tahun fiskal 2025, Trimegah mengungkapkan meski diperkirakan ada penurunan laba bersih, pemulihan akan terlihat pada paruh kedua tahun ini. “Kami percaya bahwa momentum pada semester II/2025 akan meningkat, didukung oleh pemulihan segmen pinjaman mikro dan normalisasi bertahap kualitas aset,” ujarnya.
Pemerintah melalui program strategis seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut akan memberikan dampak struktural terhadap likuiditas di pasar massal, khususnya segmen UMKM. “Kami memperkirakan transfer likuiditas ke pasar massal akan mulai terlihat pada paruh kedua 2025, didorong oleh skala besar program pemerintah seperti program MBG,” imbuh Jonathan.
Jonathan menambahkan bahwa program ini dapat mempersempit kesenjangan pertumbuhan dana pihak ketiga antara segmen korporasi dan UMKM. Bahkan, diperkirakan likuiditas tambahan yang disuntikkan ke ekonomi dapat mencapai Rp 342 triliun, atau setara dengan 22,8% dari total pinjaman UMKM industri per April 2025. “Jika saham simpanan UMKM mulai tumbuh akibat transfer fiskal ini, hal tersebut bisa menjadi katalis struktural bagi momentum pembiayaan mikro BBRI ke depan," tambahnya.

