Ditutup Level Rp 5.500, Bagaimana Gerak Selanjutnya saham BRI (BBRI)?
JAKARTA, investortrust.id – Kebangkitan saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) berlanjut hingga akhirnya ditutup di level Rp 5.500. Level tersebut menjadi harga penutupan tertinggi saham BBRI terhitung sejak 16 April 2024. Aksi borong saham BBRI oleh pemodal asing juga makin kencang hingga hari ini.
Berdasarkan data penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (23/9/2024), saham BBRI ditutup menguat Rp 125 (2,33%) menjadi Rp 5.500. Kenaikan tersebut menjadikan kapitalisasi pasar BBRI mencapai Rp 833,79 triliun atau peringkat tiga di BEI.
Baca Juga
Mandiri, BRI, BCA, BSI, dan BNI Masuk “1.000 Perusahaan Global Terpercaya 2024” Newsweek
Adapun level tertinggi saham BBRI adalah Rp 6.300 saat penutupan perdagangan saham di BEI terjadi pada 26 Mei 2024. Level Rp 6.300 juga tercatat sebagai level tertinggi saham BBRI sepanjang masa.
Penguatan harga saham BBRI tersebut juga sejalan dengan derasnya aliran dana asing ke saham bank pelat merah ini. Berdasarkan data BEI, pemodal asing membukukan pembelian bersih (net buy) saham BBRI senilai Rp 2,25 triliun sepanjang September 2024 berjalan. BBRI satu dari beberapa saham yang paling diminati pemodal asing sepanjang bulan ini.
Lalu, bagaimana prospek selanjutnya saham BBRI setelah ditutup level Rp 5.500? Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) Reyhan Pratama sebelumnya mengatakan, saham BBRI berpotensi naik ke level Rp 7.900 dalam jangka panjang. Saat ini saham bank pelat merah ini masih berada di area trend bullish.
Baca Juga
Pandangan positif terhadap prospek saham BBRI juga sebelumnya telah diriset Sucor Sekuritas. Dalam riset yang diterbitkan beberapa waktu memasang rekomendasi beli saham BBRI dengan target harga Rp 6.000. Target tersebut juga mempertimbangkan proyeksi kenaikan laba bersih perseroan menjadi Rp 57,87 triliun tahun ini dan diharapkan melambung menjadi Rp 61 triliun tahun depan.
Begitu juga dengan Mandiri Sekuritas meyakini bahwa performa BRI semester II akan lebih kuat dengan pemulihan tingkat keuntungan, sehingga perseroan tetap bisa mempertahankan rasio dividen tinggi tahun depan. Hal ini mendorong Mandiri Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp 6.000 untuk saham BBRI.
Begitu juga dengan Sinarmas Sekuritas dalam riset terakhirnya mempertahanan rekomendasi beli saham BBRI dengan target harga Rp 5.625. Target tersebut mempertimbangkan potensi perbaikan sejumlah indicator perseroan pada paruh kedua tahun ini. Target tersebut juga mempertimbangkan potensi pemangkasan suku bunga.
Grafik Saham BBRI

