IPO Saham Prima Multi Usaha (PMUI) Rp 208 Miliar Tetap Digelar, BEI Luruskan Isu yang Beredar
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) membantah isu batalnya penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk (PMUI) besok atau Kamis (10/7/2025).
Isu diawali oleh unggahan media sosial pemilik akun Instagram @fransiskuswiguna hari ini, Rabu (9/7/2025) berisi surat elektronik (surel) dari IDX Contact Center tentan IPO PMUI.
“Kami informasikan bahwa terkait dengan keterangan yang disampaikan adalah Benar bahwa PT Bursa Efek Indonesia tidak dapat melanjutkan pencatatan saham PMUI yang dimaksud, seperti tertera pada lampiran terlampir,” bunyi surel dimaksud.
Baca Juga
East Ventures Suntik Dana ke ‘Startup’ Analisis Dokumen Kredit Ini
Fransiskus pun menyematkan keterangan (caption), “Ini valid ya, saya tanya sendiri via IDX HELP,” dalam unggahan Instagramnya. Bahkan, beredar informasi bahwa batalnya IPO PMUI disebabkan sekuritas underwriter yang gagal menjalankan tugasnya untuk menyerap dana IPO.
Namun saat dikonfirmasi wartawan, Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad menyatakan bahwa Prima Multi Usaha Indonesia telah memenuhi ketentuan untuk tercatat di bursa besok.
“Dapat kami informasikan, berdasarkan koordinasi dengan Penjamin Emisi dan PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk (PMUI), Perseroan telah memenuhi ketentuan Pencatatan di Bursa sehingga dapat tercatat besok,” tulis Kautsar melalui pesan singkat, Rabu (9/7/2025) malam.
Sekilas PMUI
PMUI adalah perusahaan distributor untuk produk XL. Saat ini PMUI tidak hanya menjadi distributor dari XL, namun melakukan penjualan aksesoris dari Handphone seperti kabel data, charger, powerbank, headset, dan speaker bluetooth dengan merek PHILIPS dan VDENMENV serta memiliki Entitas anak dan perusahaan cucu yang menjalani distribusi untuk produk FMCG.
Lewat IPO saham ini, perseroan melepas sebanyak 1,16 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 180 per saham, sehingga total dana yang bakal diraup mencapai Rp 208,80 miliar. Sedangkan Korea Investment And Sekuritas Indonesia bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi.
Baca Juga
Begini Pandangan Putra Prajogo Terkait Kesuksesasn Listing Perdana Chandra Daya (CDIA)
Berdasarkan prospectus PHUI, sebanyak Sekitar 26,34% dana hasil IPO saham akan digunakan untuk pembelian tanah dan bangunan milik
pihak afiliasi, yaitu Agus Susanto, yang merupakan direktur utama sekaligus pemegang saham perseroan.
Sisanya mencapai 33,33% dana hasil IPO saham digunakan untuk pembelian tanah untuk keperluan pabrik air minum dalam kemasan (AMDK) PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM). Sebanyak 33,33% digunakan GRPM untuk melunasi utang ke Bank Mandiri, sebanyak 30% akan digunakan untuk pembelian mesin untuk produksi AMDK, dan sisanya untuk modal kerja.
Terkait kinerja keuangan, PHUI berhasil mencatatkan penurunan penjualan bersih menjadi Rp 3,22 triliun pada 2024, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 3,48 triliun. Sebaliknya laba usaha meningkat dari Rp 63,06 miliar menjadi Rp 75,32 miliar. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga meningkat dari Rp 45,38 miliar menjadi Rp 49,39 miliar.
Selain PHUI, tiga saham lainnya juga akan menggelar listing perdana di BEI, yaitu PT Diastika Biotekindo Tbk (CHEK), PT Trimitra Trans Persada Tbk (BLOG), PT Merry Riana Edukasi Tbk (MERI).

