East Ventures Suntik Dana ke ‘Startup’ Analisis Dokumen Kredit Ini
JAKARTA, investortrust.id – East Ventures menyuntikan dana ke startup teknologi di Indonesia yang menyediakan ekstraksi dokumen dan analisis dokumen kredit bertenaga kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), yaitu Sxored.
Sekadar mengingatkan, East Venture merupakan perusahaan venture capital ke startup di Indonesia dan Asia Tenggara. “Sxored telah mendapatkan pendanaan dalam jumlah yang tidak disebutkan dari East Venture,” tulis Head of Corporate Communications East Ventures, Pheseline Felim dalam keterangan resmi, Rabu (9/7/2025).
Pendanaan ini akan digunakan untuk mempercepat pengembangan produk dan memperdalam integrasi solusi AI dan machine learning (ML). Pasalnya, pasar pinjaman dana di Indonesia terus menunjukkan momentum yang kuat dengan total pinjaman yang disalurkan pada tahun lalu mencapai lebih dari Rp 170 triliun.
Baca Juga
Dorong Daya Beli Masyarakat, BRI Salurkan Bantuan Subsidi Upah Rp 1,72 Triliun ke 2,8 Juta Pekerja
Didukung proyeksi tingkat pertumbuhan tahunan majemuk sebesar 11–13%, Indonesia memperkuat statusnya sebagai pusat pinjaman dana teratas di Asia Tenggara, baik secara digital maupun tradisional.
Namun, industri pinjaman dana menghadapi tantangan yang signifikan, termasuk meningkatnya penipuan kredit dan biaya operasional yang tinggi karena pemrosesan data yang masih manual dan siklus pengambilan keputusan yang lambat.
Felim mengatakan, Sxored menghadirkan solusi terpadu untuk para pemberi pinjaman dengan menggabungkan optical character recognition (OCR) yang cerdas, serta kopilot bertenaga AI untuk mengotomatiskan dan meningkatkan pemrosesan dokumen kredit.
Platform tersebut, diklaim secara efisien mengekstrak dan mengkonsolidasikan data dari e-statement di seluruh bank besar di Indonesia. Kemudian menerapkan lebih dari sepuluh indikator deteksi penipuan untuk mengidentifikasi potensi manipulasi dan pemalsuan dokumen.
Baca Juga
Net Sell Saham Berlanjut Rp 367,14 Miliar, Saham Bank Ini Kembali Dilepas
Asisten AI Sxored menghasilkan ringkasan informasi peminjam dan mendukung penilaian agunan properti, termasuk penilaian harga pasar dan pemetaan aset di sekitarnya, dengan memastikan penanganan data yang aman dan terenkripsi.
Menurut Co-Founder & Chief Executive Officer Sxored, Cyrill James Hardie, fitur-fitur itu secara signifikan mempercepat agunan pinjaman karena lebih sederhana. Kemudian meningkatkan akurasi dalam deteksi penipuan secara otomatis, dan meningkatkan efisiensi pengambilan keputusan secara keseluruhan. “Sehingga menghasilkan pengurangan biaya, peningkatan akurasi, dan skalabilitas yang lebih besar,” ujarnya.
Cyrill menganggap, kebanyakan pemberi pinjaman di Indonesia masih memverifikasi dokumen secara manual dengan meninjau file PDF satu per satu dan berharap tidak ada yang terlewat.
“Kami membangun Sxored untuk menghilangkan ketidakpastian tersebut. Dengan sistem kami, bank, fintech, bahkan VC dan auditor dapat melakukan underwriting lebih cepat, mendeteksi penipuan dengan lebih akurat, dan melayani lebih banyak nasabah dengan risiko yang lebih rendah,” klaim Cyrill.
Baca Juga
Dolar AS Balik Menguat, Jisdor Catat Rupiah Melemah ke Rp 16.254
Sejak didirikan, Sxored telah mencatat sepuluh implementasi pilot yang sedang berjalan. Meski awalnya dirancang untuk sektor pembiayaan tradisional, platform ini juga menarik minat dari pemberi pinjaman digital, perusahaan venture capital, dan auditor profesional yang ingin menyederhanakan alur kerja mereka. “Program-program pilot ini menjadi bukti keandalan teknis Sxored dan dampak nyatanya di lingkungan yang sensitif terhadap risiko penipuan dan berisiko tinggi,” menurut Principal East Ventures, Wesley Tay.
Dia mengaku, percaya pada misi Sxored untuk memodernkan infrastruktur pemberian pinjaman dan meningkatkan manajemen risiko. Platform berbasis AI Sxored dinilai memiliki posisi kuat untuk membantu menyelesaikan permasalahan mendasar dalam layanan keuangan. “Kami antusias untuk terus mendukung pertumbuhan mereka, seiring upaya mereka melakukan ekspansi,” kata .Wesley.
Dengan pendanaan ini, Sxored akan fokus mempercepat pengembangan model AI dan ML miliknya, termasuk kemampuan untuk memproses format dokumen tanpa templat.
Selain itu, Sxored akan memperluas platformnya untuk mendukung pelaporan keuangan simulatif dan pengambilan data yang lebih banyak. Kemudian meningkatkan skala pelayanan agar dapat menjangkau lebih banyak segmen klien dan berbagai kasus penggunaan di sektor keuangan.

