Saham Prima Multi (PMUI) Resmi Masuk BEI, Harga ARB
JAKARTA, investortrust.id – PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk (PMUI) resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis, 10 Juli 2025. Perusahaan yang bergerak di sektor perdagangan besar telekomunikasi dan jasa konsultasi manajemen ini melepas sebanyak 1,16 miliar saham baru, setara 20% dari modal disetor dengan harga pelaksanaan Rp 180 per saham.
PMUI satu-satunya emiten yang listing hari ini dengan penurunan harga hingga auto reject bahwa (ARB) setelah melemah 15% menjadi Rp 153. Bandingkan dengan tiga saham lainnya dengan torehan auto reject atas (ARA) PT Trimitra Trans Persada Tbk (BLOG), PT Diastika Biotekindo Tbk (CHEK), PT Merry Riana Edukasi Tbk (MERI),
Sebelumnya listing perdana saham PMUI sempat diisukan batal akibat rendahnya penyerapan saham oleh investor. Dalam penawaran umum perdana saham (IPO) tersebut, PMUI menunjuk PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
Baca Juga
IPO Saham Prima Multi Usaha (PMUI) Rp 208 Miliar Tetap Digelar, BEI Luruskan Isu yang Beredar
Direktur Utama PMUI Agus Susanto mengatakan bahwa langkah IPO saham merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk meningkatkan kapasitas pendanaan serta memperkuat tata kelola perusahaan. “Masuknya PMUI ke BEI adalah tonggak penting dalam pertumbuhan bisnis kami, khususnya dalam memperluas jaringan layanan dan memperkuat posisi di industri telekomunikasi dan konsultasi manajemen,” ujar Agus dalam seremoni pencatatan saham di Gedung BEI, Kamis (10/7/2025).
PMUI berbasis di Cirebon, Jawa Barat, dan telah menjadi salah satu pemain signifikan dalam industri konsultasi manajemen dan layanan telekomunikasi nasional. Agus menyampaikan optimisme atas prospek pertumbuhan sektor yang digeluti PMUI, seiring dengan peningkatan kebutuhan solusi manajemen profesional di Indonesia.
Sementara itu, Direktur Korea Investment and Sekuritas Indonesia Monang Silalahi menambahkan bahwa PMUI telah mengantongi izin efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 30 Juni 2025. Selama masa penawaran umum tanggal 2–8 Juli 2025, saham PMUI mencatat minat positif dari investor, yang diyakini akan menyerap seluruh saham yang ditawarkan.
Baca Juga
Rupiah Menguat di Tengah Drama Tarif Trump, Pasar Bingung tetapi Optimistis
PMUI berhasil menghimpun dana sekitar Rp 208,8 miliar dari IPO. Dana tersebut, setelah dikurangi biaya emisi akan dialokasikan sebanyak 44,39% untuk modal kerja berupa pembelian persediaan. Perseroan juga mengalokasikan 29,27% dalam bentuk pinjaman kepada anak usaha PT Graha Prima Mentari Tbk dengan suku bunga 9% dan tenor 5 tahun. Dana tersebut digunakan untuk pembelian tanah untuk pabrik AMDK (33,33%), pelunasan utang ke Bank Mandiri (33,33%), pembelian mesin pabrik AMDK (30%), modal kerja operasional pabrik AMDK (sisa dana)
Pada sesi pembukaan perdagangan di hari pertama, saham PMUI tercatat turun 15% ke level Rp 153 per saham, dibandingkan harga penawaran Rp 180. Meskipun demikian, manajemen tetap optimistis terhadap prospek pertumbuhan jangka panjang.

