DCII Dikeluarkan dari PPK BEI, Penguatan Bakal Berlanjut hingga Salip Marcet Cap BBRI dan TPIA Hari Ini?
JAKARTA, investortrust.id – PT DCI Indonesia Tbk (DCII) mulai perdagangan saham pagi ini Bursa Efek Indonesia (BEI) dikeluarkan dari papan pemantauan khusus (PPK). Dengan demikian, saham perusahaan data center terbesar di Indonesia ini kembali ditransaksikan normal dengan potensi penguatan maksimal 20%.
BEI dalam pengumumannya kemarin menyebutkan saham DCII dikeluarkan dari papan pemantauan khusus menjadi papan pengembangan. DCII dikeluarkan dari PPK bersama dengan PT Kentanix Supra International Tbk (KSIS) dan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET).
Baca Juga
Terbang 48.852% dalam 4 Tahun, Saham DCI Indonesia (DCII) Kini Salip Market Cap AMMN Usai BMRI
Usai saham DCII dilepas dari papan pemantauan khusus, apakah emiten yang dikendalikan Otto Toto Sugiri ini bakal menyalip kapitalisasi pasar (market cap) saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA). Kemarin, market cap BBRI Rp 576,07 triliun dan TPIA senilai Rp 605,57 triliun, bandingkan dengan DCII senilai Rp 548,91 triliun
Data BEI menyebutkan bahwa saham DCII telah torehkan penguatan sebanyak 432,1% sepanjang year to date (ytd) ke level tertinggi baru Rp 226.150 per saham. Bahkan, lompatan harga tersebut menjadikan DCCI sebagai emiten dengan market cap keenam di BEI menyalip TLKM, DSSA, BMRI, dan AMMN.
Sedangkan berdasarkan data, DCII merupakan emiten yang paling perkasa sejak listing perdana di BEI pada 6 Januari 2021. Hal ini tercermin dari lompatan harga saham DCII dari harga IPO Rp 420 per saham menjadi Rp 205.600 per saham hingga hari ini atau telah melesat 53.745,23% atau naik 538 kali dalam empat tahun. Lompatan harga tersebut setelah manajemen berniat stock split saham DCII dan RUPS juga telah disiapkan pada 22 April 2025.
Tak hanya itu, lompatan saham DCII sepanjang 2025 berjalan menjadikan ketiga pemegang saham pengendalinya torehkan peningkatan kekayaan pesat. Otto Toto Sugiri selaku pemegang 29,9% saham DCII mencatatkan nilai kekayaan US$ 10 miliar hingga menempatkanya sebagai orang terkaya nomor lima di Indonesia.
Baca Juga
IHSG Ditutup Melemah 17,62 Poin, Saham MINE dan DCII kembali Perkasa
Begitu juga dengan Marina Budiman yang menguasai 22,51% saham DCII menjadikan nilai kekayaan Wanita ini menjadi US$ 7,2 miliar. Dirinya tercatat sebagai orang terkaya nomor 7 di Indonesia berdasarkan versi Forbes real time.
Begitu juga dengan Han Arming Hanafia yang menggenggam sebanyak 14,11% saham DCII masuk dalam daftar top 10 terkaya di Indonesia dengan peringkat 10 setelah mencatatkan peningkatan kekayaan pesat menjadi US$ 4,7 miliar sampai kemarin. Sedangkan Anthoni Salim yang menguasai 11,12% saham DCII torehkan kekayaan Rp 59,93 triliun dari saham ini.

