IHSG Ditutup Melemah 17,62 Poin, Saham MINE dan DCII kembali Perkasa
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (13/3/2025), melemah sebanyak 17,62 poin (0,26%) menjadi 6.647. Nilai transaksi juga mengalami penurunan hanya Rp 7,4 triliun sepanjang hari ini.
Hari ini, lompatan harga saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) sebanyak 10% menjadi Rp 226.150 berhasil menahan indeks hingga tak terperosok lebih dalam. Bahkan, dalam beberapa hari terakhir DCII tercatat sebagai saham utama penopang indeks. Saat ini, market cap saham emiten Data Center ini telah mencapai Rp 538,91 triliun atau mendekati PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 582,91 triliun.
Pelemahan IHSG hari ini dipicu atas koreksi sejumlah sektor saham, seperti sektor keuangan 1,39%, sektor industry 0,77%, sektor infrastruktur 0,54%, sektor transportasi 0,12%, dan material dasar 0,03%. Sebaliknya kenaikan terpesat melanda saham sektor teknologi 5,837 dan sektor consumer non primer 0,42%.
Baca Juga
Valuasi Saham EXCL Usai Merger Bakal Terdongkrak, Saat Ini Harga Diskon
Saat IHSG melemah, sejumlah saham torehkan penguatan PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) kembali melesat hingga ARA hari keempat setelah listing dengan kenaikan 25% menjadi Rp 525 dan saham PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM) menguat 24,62% menjadi Rp 2.430.
Kenaikan juga melanda saham PT Indal Aluminium Industry Tbk (INAI) sebanyak 28,67% menjadi Rp 193, PT Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk (AKSI) sebanyak 19,10% menjadi Rp 212, dan PT Solusi Sinergi Digital TbK (WIFI) naik 19,08% menjadi Rp 1.935.
Sebaliknya pelemahan dalam melanda sejumlah saham berikut, yaitu saham PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI), PT Bank Permata Tbk (BNLI), PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk (BEER), PT Adiwarna Anugerah Abadi Tbk (NAIK), dan PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK).
IHSG kemarin ditutup melesat sebanyak 119,19 poin (1,82%) menjadi 6.665 dan pemodal asing akhirnya berbalik merealisasikan pembelian bersih (net buy) setelah berminggu-minggu net sell. Net buy mencapai Rp 148,58 miliar melanda saham PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) Rp 107,77 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 107,25 miliar, dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 69,03 miliar.
Kenaikan tersebut ditopang penguatan saham sektor teknologi 5,51%, sektor keuangan 1,12%, sektor consumer non primer 1,30%, sektor consumer primer 0,82%, dan sektor energi 0,81%. Sebaliknya pelemahan melanda saham sektor property 0,78%.
Baca Juga
Tegas Lawan Korupsi, Prabowo: Mafia Mana pun Saya Tidak Takut
Penguatan indeks terbantu berkat lompatan harga saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) sebanyak 9,99% menjadi Rp 205.600. Menjadikan kapitalisasi pasar saham Otto Toto Sugiri dan Marina Budiman ini lebih dari Rp 480 triliun atau terbesar keenam di BEI. Penguatan juga terdorong saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang melesat sebanyak 11,45% menjadi Rp 38.200.
Di tengah lompatan IHSG tersebut, sejumlah saham ini torehkan lompatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) naik 25% menjadi Rp 420, saham PT Reliance Sekuritas Indoensia Tbk (RELI) naik 24,43% menjadi Rp 550, dan PT Dana Brata Luhut Tbk (TEBE) naik 24,37% menjadi Rp 740.
Penguatan pesat juga melanda saham PT Green Power Group Tbk (LABA) sebanyak 18,67% menjadi Rp 178 dan PT Aesler Grup Internasional Tbk (RONY) sebanyak 20,27% menjadi Rp 1.780.

