Valuasi Saham EXCL Usai Merger Bakal Terdongkrak, Saat Ini Harga Diskon
JAKARTA, investortrust.id – Merger PT XL Axiata Tbk (EXCL) dengan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) dan PT Smart Telcom yang berpotensi menghasilkan nilai sinergi (Synergy value) jumbo akan berdampak terhadap kenaikan valuasi saham EXCL.
Berdasarkan proyeksi nilai sinergi pra-pajak perusahaan gabungan diperkirakan akan mencapai US$300 - US$400 juta pertahun saat proses integrasi selesai.Sentimen positif lainnya terhadap saham EXCL datang dari progress merger yang berjalan mulus dan sesuai target hingga kini.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Niko Margaronis mengatakan, valuasi saham EXCL hasil merger berpotensi direvisi naik, seiring dengan besarnya nilai sinergi yang bakal diterima perusahaan hasil penggabungan tersebut. Dengan level saat ini Rp 2.260, ada diskon harga EXCL dibandingkan dengan valuasi sahamnya kelak setelah merger. “Kami mempertahankan rating BUY untuk saham EXCL berdasar kinerja mandiri, dengan potensi upgrade sesudah mendapatkan detail lebih dalam mengenai nilai sinergi,” ujarnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, Kamis (5/3/2025).
Baca Juga
Simak Tiga Agenda Penting RUPSLB EXCL-FREN yang Ditungu-Tungu Investor Berikut
Dukungan terhadap potensi saham EXCL juga datang dari perkembangan tahapan merger EXCL dengan FREN yang berjalan sesuai ekspektasi hingga kini. Menurut dia, perkembangan yang baik tersebut menjadi sentimen positif saham EXCL, seperti diperolehnya persetujuan pemegang obligasi terhadap keputusan dilusi kepemilikan saham Axiata Group di EXCL setelah merger. Pemegang surat utang FREN juga sudah memberikan persetujuan. Sementara, terkait persetujuan Kementerian Komunikasi dan Digital, beberapa media mengabarkan bahwa Komdigi telah memberikan persetujuan awal untuk merger.
Selain faktor tersebut, Niko mengatakan, prospek kuat saham EXCL dalam jangka pendek dipengaruhi oleh rencana pembagian dividen dengan target Rp 85,7 per saham yang bakal diputuskan dalam RUPSLB pada 25 Maret mendatang. Nilai dividen tersebut setara dengan 62% dari keuntungan tahun buku 2024 dan mencerminkan yield dividen sebanyak 3,8%.
Pandangan yang sama juga disampaikan analis Sucor Sekuritas Paulus Jimmy dalam riset yang diterbitkan 11 Maret 2025. Menurut dia, nilai sinergi sebelum pajak merger tersebut berkisar US$ 300-400 juta per tahun yang didapatkan dari epnghematan belanja modal, belanja operasional, dan biaya sewa. Nilai tersebut akan tercapai setelah dua tahun merger.
Baca Juga
Menkomdigi Restui Merger XL-Smartfren, tapi Harus Penuhi Sejumlah Syarat Ini
Selain faktor tersebut, Paulus mengatakan, merger tersebut akan menciptakan operator telekomunikasi besar dengan jumlah pelanggan mencapai 94 juta. Pendapatan dan EBITDA setelah merger diperkirakan masing-masing menjadi US$ 2,8 miliar dan US$ 1,4 miliar.
XLSmart, terang dia, bisa menghemat biaya sewa menara dengan perkiraan sekitar 20-30% dari total menera overlapping, sehingga bisa dialihkan untuk memperluas jangkauan ke daerah-daerah lainnya. Hal ini akan meningkatkan cakupan perseroan secara nasional.
Berbagai faktor tersebut mendorong Sucor Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham EXCL dengan target harga Rp 3.200. Target tersebute juga merefleksikan besarnya efisiensi yang bakal ditorehkan dari aksi korporasi tersebut.
Baca Juga
Merger Smartfren (FREN) dan XL Axiata (EXCL) Ditargetkan Rampung di Q2-2025
Sebelumnya, Analis Trimegah Sekuritas Sabrina menilai bahwa stagnasi saham EXCL bukan karena fundamental perusahaannya, namun saham ini seperti "terkunci sementara" hingga aksi merger tuntas. "Dengan penentuan harga buy back EXCL di Rp 2.350 saat merger, maka harga sahamnya tidak akan bergerak jauh dari level ini. Namun, saat merger selesai, maka prospek perusahaan dan fundamental yang akan berbicara, ujarnya.
XL Axiata, Smartfren Telecom, dan Smart Telcom sebelumnya mengumumkan kesepakatan definitik untuk merger dengan nilai gabungan pra sinergi mencapai US$ 6,5 miliar atau Rp 104 triliun. Merger tersebut akan membentuk entitas telekomunikasi baru bernama PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) atau XLSmart. Nantinya XLSmart dikendalikan secara bersama-sama Axiata Group Berhard dan Sinar Mas dengan porsi masing-masing saham 34,8%.

