Simak Tiga Agenda Penting RUPSLB EXCL-FREN yang Ditungu-Tungu Investor Berikut
JAKARTA, investortrust.id –Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa (RUPSLB) PT XL Axiata Tbk (EXCL) dan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) akan digelar pada 25 Maret 2025. Tiga agenda penting yang ditunggu-tunggu dari rapat ini adalah persetujuan merger perusahaan, buyback saham, dan dividen XL.
Research analyst Panin Sekuritas Aqil Triyadi menilai bahwa persetujuan merger akan menjadi keputusan yang paling ditunggu-tunggu investor dari pelaksanaan RUPSLB dua emiten telekomunikasi tersebut.
“Dengan disetujuinya merger, investor akan mendapatkan benefit jangka panjang dari sinergi yang akan menciptakan value creation, sehingga momentum RUPSLB ini sangat krusial bagi investor maupun industri telekomunikasi di Indonesia” kata Aqil.
Baca Juga
Menkomdigi Restui Merger XL-Smartfren, tapi Harus Penuhi Sejumlah Syarat Ini
Selain itu, dia mengatakan, investor menantikan persetujuan buyback saham dari pemegang saham yang tidak setuju untuk aksi korporasi ini. Menurutnya, third party ini merupakan mekanisme untuk memfasilitasi investor yang tidak setuju untuk tetap bisa exit.
“Dissenting shareholders tetap difasilitasi lewat buyback. Namun investor yang setuju terhadap aksi korporasi ini memiliki kans lebih besar untuk mendapatkan nilai tambah yang jauh lebih besar. Bisa dibayangkan, harga buyback menawarkan potensi upside sekitar 3,5%. Namun jika hold dan merger berjalan serta nilai sinergi pra-pajak sampai Rp 4,8- 6,4 triliun per tahun, maka ini nilainya setara 15% dari valuasi gabungan EXCL dan FREN saat ini jika menggunakan market cap sebagai acuan. Ini jauh lebih besar dan menguntungkan untuk investor” ungkapnya.
Menurut perhitungan Aqil, dengan adanya sinergi dari XLSmart (hasil merger EXCL dengan FREN) berpotensi mengantongi laba operasi EBITDA Rp 24- 26 triliun pasca integrasi. “Peningkatan EBITDA sebesar ini akan sangat sulit dicapai atau butuh waktu yang lama jika EXCL dan FREN berdiri sendiri. Dengan merger skala dan akselerasi pertumbuhan operating profit lebih besar dan lebih cepat. Dengan asumsi valuasi perusahaan di 4-5x EBITDA saja maka harga wajar saham XLSmart nanti setidaknya Rp 3.000 per saham” jelasnya.
Baca Juga
Merger Smartfren (FREN) dan XL Axiata (EXCL) Ditargetkan Rampung di Q2-2025
Secara sederhana Aqil menjelaskan bahwa dengan valuasi XLSmart setara Rp 3.000, maka potensi return saham ini mencapai 28%, dibandingkan harga merger di Rp 2.350. Hal ini menjadi dasar mengapa investor yang hold saham akan mendapat keuntungan yang jauh lebih besar.
Selain agenda RUPSLB di atas, EXCL juga berencana membagikan dividen per saham Rp 85,7. Mengacu pada harga penutupan saham EXCL terakhir di Rp 2.270, didapat imbal hasil dari dividen ini setara 3,8%.
Sebagai catatan, baik dari sisi rasio payout, nilai nominal dividen hingga imbal hasil, ini menjadi yang tertinggi sejak tahun 2020 seiring dengan peningkatan laba bersih yang signifikan dicatatkan oleh EXCL pada 2024.
Baca Juga
IHSG Cenderung Konsolidasi Menuju 6.745 Hari ini, Tiga Saham Ini Direkomendasikan Beli
Aqil optimis bahwa dengan aksi korporasi merger ini, XLSmart tidak hanya mengalami kenaikan pangsa pasar serta profitabilitas yang semakin solid. Lebih dari itu, Ia optimistis bahwa neraca perseroan juga berpotensi menjadi lebih kuat sehingga dapat memastikan kapasitas untuk ekspansi ke sumber pertumbuhan baru dapat terjaga secara berkelanjutan.
Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid telah memberikan persetujuan prinsip merger antara XL Axiata (EXCL), Smartfren (FREN), dan PT Smart Telecom. Hal itu disampaikan oleh Dirjen Infrastruktur Digital Kemkomdigi Wayan Toni Supriyanto.
Wayan menyebut bahwa restu ini diberikan dengan sejumlah syarat yang harus dipenuhi oleh ketiga perusahaan. "Ketiga perusahaan juga diberikan syarat dan ketentuan, seperti pembayaran PNBP, penambahan site baru, perluasan cakupan wilayah yang mengedepankan meaningful coverage, dan peningkatan kualitas layanan," kata pria yang akrab disapa Toni.

