DCI Indonesia (DCII) Kaji Stock Split Saham
JAKARTA, investortrust.id – Emiten data center yang dikendalikan konglomerat Otto Toto Sugiri, PT DCI Indonesia Tbk (DCII), tengah menjajaki aksi korporasi pemecahan nilai nominal (stock split) saham.
"Sedang kita jajakin (stock split saham)," kata Presiden Direktur DCI Indonesia Otto Toto Sugiri saat ditemui di Hotel St. Regis, Jakarta, Selasa (18/2/2025).
Baca Juga
Emiten Toto Sugiri (DCII) Ini Umumkan Pertumbuhan Kinerja, Labanya Naik Segini
Sebagaimana diketahui, harga DCII kini tercatat sebagai saham termahal Rp 46.700 per saham pada penutupan perdagangan sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, (18/2/2025). Namun demikian manajemen belum mengungkap rasio pemecahan nominal saham tersebut.
Manajemen stock split dinilai dapat meningkatkan likuiditas saham serta menurunkan harga saham per lembar. Di mana harga saham yang lebih terjangkau, para investor akan lebih tertarik untuk membeli saham tersebut.
Baca Juga
IHSG Sesi I Ditutup Naik 44,74 Poin, Tertinggi Dicatat SMIL dan DATA
DCII resmi melantai di BEI melalui penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) pada 6 Januari 2021 lalu dengan harga IPO DCII adalah Rp 420 per saham. Kala itu DCII mampu meraup dana IPO senilai RP 150,18 miliar.
Sebagai informasi, perusahaan ini dikendalikan Otto Toto Sugiri, Marina Budiman, Han Aming Hanfia, hingga Anthoni Salim. Berdasarkan data registrasi pemegang saham, Otto Toto Sugiri bertindak sebagai pemegang terbanyak 29,9% ssaham DCII, disusul Marina Budiman menguasai sebanyak 22,51% saham DCII, dan Han Arming Hanafia sebanyak 11,12%. Adapun Anthoni Salim, pengendali grup Salim, menguasai 11,12% saham DCII.

