Ini Daftar 6 Saham Tercuan Saat IHSG Ditutup Naik Tipis 0,22%
JAKARTA, investortrust.id– Enam saham ini torehkan lompatan harga hingga auto reject atas (ARA), meski indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (21/2/2025), ditutup naik tipis hanya 14,96 poin (0,22%) menjadi 6.803.
Enam saham tersebut terdiri atas PT Data Sinergitama Jaya Tbk (ELIT) sebanyak 34,67% menjadi Rp 202, PT Golden Flower Tbk (POLU) naik 24,86% menjadi Rp 4.320, PT Comminication Cable System Indonesia Tbk (CCSI) naik 24,54% menjadi Rp 406, dan PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL) menguat 24,44% menjadi Rp 336.
Baca Juga
Lompatan harga juga melanda saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) sebanyak 24,86% menjadi Rp 462 dan PT DCI Indonesia Tbk (DCII) melesat 19,97% ke level tertinggi baru Rp 80.650. Bahkan, penguatan saham DCII hingga ARA merupakan yang ketiga dalam tiga hari terakhir.
Terkait penguatan IHSG akhir pekan ini didukung kenaikan sejumlah sektor saham dengan penggerak utama sektor teknologi naik 6,51%. Penguatan juga melanda saham sektor property 0,44%, sektor keuangan 0,22%, sektor kesehatan 0,15%, dan sektor industry 0,12%. Sebaliknya saham sektor consumer non primer, consumer primer, energi, dan infrastruktur melemah.
Sebaliknya penurunan melanda saham PT Indointernet Tbk (EDGE), PT Aesler Grup Internasional Tbk (RONY), PT Shield On Service Tbk (SOSS), PT Manggung Polahraya Tbk (MANG), PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), dan PT Meratus Jasa Prima Tbk (KARW).
Baca Juga
BRIDS Bidik 10% dari 70 Juta Nasabah BRI Jadi Investor Pasar Modal
IHSG kemarin ditutup terkoreksi tipis 6,83 poin (0,10%) menjadi 6.788,04. Pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 787,67 miliar, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 564,06 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 196,34 miliar, dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Rp 46,64 miliar.
Pelemahan tersebut dipicu atas pelemahan sejumlah sektor saham, seperti sektor energi 0,90%, consumer non primer 0,94%, sektor property 1,17%, sektor kesehatan 1,13%, sektor keuangan 0,73%, dan sektor transportasi 0,85%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor teknologi 6,75%, sektor material dasar 1,46%, dan sektor infrastruktur 0,35%.

