CFX: Tokenisasi Aset Dunia Nyata Bisa Dimulai dari SBN, Obligasi hingga Gim
Sebelumnya, OJK menyebut, tren tokenisasi diperkirakan akan menjadi salah satu pendorong utama inovasi dalam industri aset digital di tahun 2025. Apalagi Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat inovasi dan perdagangan aset keuangan digital di kawasan.
Berdasarkan laporan Chainalysis tahun 2024, Indonesia menempati peringkat ke-3 dalam Global Crypto Adoption Index , di bawah India dan Nigeria. Data per Desember 2024 menunjukkan bahwa jumlah pengguna aset kripto di Indonesia mencapai 22,9 juta akun, dengan nilai transaksi tahunan mencapai Rp 650,6 triliun, meningkat 335,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK Hasan Fawzi mengatakan, tokenisasi mengubah paradigma ownership dan value suatu aset dengan memungkinkan fragmentasi kepemilikan (fractional ownership), sehingga aset bernilai tinggi dapat diakses oleh lebih banyak investor.
Mekanisme ini, menurutnya tidak hanya memperluas peluang partisipasi bagi investor ritel dan institusi, tetapi juga meningkatkan likuiditas aset yang sebelumnya bersifat tidak likuid.
“Tren ini semakin menguat secara global, dengan pasar tokenisasi real world asset (RWA) tumbuh lebih dari 60% hingga mencapai nilai US$ 13,5 miliar pada tahun 2024,” ujar Hasan dalam seminar “Harnessing Crypto Assets for Financial Market Growth and Economic Resilience” di sela-sela Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) Tahun 2025, di JCC, Jakarta, Selasa (11/2/2025).

