CFX: Indonesia Siap Jadi Regional Hub Berbarengan Tren Tokenisasi Aset dan 'Blockchain Payment'
JAKARTA, investortrust.id - Industri kripto di tahun 2025 diprediksi akan semakin berkembang seiring dengan adanya tren seperti tokenisasi aset dunia nyata (real world assets token), blockchain payment, serta perkembangan Web3.
Direktur Utama CFX Subani mengungkapkan, dengan tren yang berkembang secara global, industri kripto di dalam negeri diharapkan bisa menjadi regional hub sehingga mampu menarik para investor kripto dari luar negeri.
“Yang menjadi salah satu cukup menarik adalah yang pertama real world assets token. Di mana, nilai dari aset itu dapat ditokenisasi,” ujarnya, dalam acara Investortrust Economic Outlook 2025 bertajuk ‘Menggali Sumber Ekonomi Potensial Menuju Pertumbuhan 8%’, yang diadakan di The Sultan Hotel, Jakarta, Kamis (13/2/2025).
Dengan ini, lanjut Subani, akan meningkatkan likuiditas dan bisa dijangkau oleh pasar yang lebih luas. Karena pada teknologi blockchain, memungkinkan dilakukannya fraksional atau dipecah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. “Jadi sebagai contoh, misalkan ada surat utang negara obligasi itu dapat ditokenisasi,” katanya.
Baca Juga
OJK Pastikan Biaya di Bursa CFX Bertujuan Dorong Pengembangan Industri Kripto
Menurut Subani, konsep tokenisasi aset ini telah diuji dalam sandbox di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pasar keuangan nasional serta mengurangi jumlah biaya transaksi.
Di lain sisi, ia juga menyatakan keunggulan teknologi blockchain yang menghadirkan transparansi dan keamanan lebih tinggi dibandingkan sistem tradisional.
“Blockchain ini merupakan jurnal terbuka. Jadi open ledger, semua bisa melihat dan banyak pihak yang menjadi validatornya. Sehingga tidak bisa ada duplikasi di sini,” ucap Subani.
Oleh karena itu, blockchain sangat memungkinkan untuk dipakai pada industri lain. Misalnya di bidang logistik, teknologi blockchain akan sangat membantu pencatatan smart contract atau yang lainnya.
Selain itu, Subani juga menekankan pentingnya pengembangan decentralized physical infrastructure, Web3 wallet connectivity, dan blockchain payment, yang akan menjadi elemen kunci dalam perkembangan industri kripto global.
Baca Juga
Dengan perkembangan yang ada, dia menyatakan bahwa Indonesia harus bisa bersaing dengan negara lain dalam menarik investor global ke pasar kripto dalam negeri.
“Industri kripto di Indonesia harus bisa menjadi lebih menarik, lebih kompetitif bagi investor yang ada di global. Karena mereka bisa membeli atau memperdagangkan, mentokonisasi di mana saja, di negara mana saja,” ujar Subani.
Untuk membangun kepercayaan investor terhadap industri kripto di Indonesia, diperlukan regulasi yang jelas dan kepastian hukum menjadi kuncinya.
“Pemerintah sudah mengeluarkan peraturan-peraturan regulasi untuk industri kripto ini agar investor bisa melihat bahwa industri kripto Indonesia sudah aman dan juga memberikan kenyamanan bagi masyarakat Indonesia,” kata Subani.
Chief Executive Officer Investortrust, Primus Dorimulu memberikan sambutan saat membuka acara Investortrust Economic Outlook 2025 di Jakarta, Kamis, (13/2/2025). Foto: Investortrust/Mohammad Defrizal

