Saat IHSG Hancur, Direksi BEI malah Pamer Jumlah Investor Pasar Modal Ini
JAKARTA, investortrust.id – Jumlah investor pasar modal Indonesia tembus 15 juta single investor identification (SID) pada akhir Januari 2025. Pertumbuhan tersebut mencerminkan optimisme terhadap pasar modal Indonesia.
Penambahan jumlah investor tersebut berbanding terbalik dengan indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI year to date (ytd) yang justru merosot sebanyak 8,03% menjadi 6.615. Level tersebut tercatat sebagai level terendah baru IHSG dalam 1,5 tahun terakhir.
Jumlah investor tersebut sesuai dengan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada Kamis (30/1), jumlah investor pasar modal telah mencapai 15.161.166 SID. Terjadi pertumbuhan sebanyak 289.527 SID sepanjang sepanjang Januari 2025 dan lebih tinggi 144.639 SID dibandingkan pertumbuhan pada Januari 2024 yaitu sebesar 144.888 SID.
Baca Juga
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman mengatakan, pertumbuhan tersebut mencerminkan optimisme terhadap pasar modal Indonesia. Hal ini, diklaim seiring meningkatnya literasi keuangan dan partisipasi masyarakat dalam investasi.
“Hal tersebut menunjukkan minat masyarakat yang semakin besar terhadap kepemilikan saham sebagai instrumen investasi jangka panjang,” tulis BEI dalam keterangan resmi, Senin (10/2/2025).
Sejak pencapaian 14 juta SID, BEI telah melaksanakan berbagai kegiatan edukasi pasar modal. Kegiatan dimaksud, meliputi penyelenggaraan Capital Market Summit & Expo 2024 (CMSE 2024), Road to CMSE 2024, Duta Pasar Modal dan berbagai program inovatif lainnya.
Sepanjang 2024, BEI tercatat telah mengadakan 34.676 kegiatan edukasi, melibatkan 59,66 juta peserta secara daring, luring, maupun hybrid dalam satu kesatuan tema kampanye Aku Investor Saham.
Baca Juga
Dirjen Pajak Minta Rapat dengan DPR soal Coretax Digelar Tertutup
Mengawali tahun 2025, BEI telah melaksanakan 411 kegiatan edukasi di berbagai daerah. Contohnya seperti penyelenggaraan sekolah pasar modal, forum investor, edukasi publik dan kunjungan ke BEI, hingga pembuatan konten edukasi di media sosial.
“Upaya tersebut menunjukkan komitmen BEI dalam menjangkau masyarakat luas dan mendorong peningkatan jumlah investor yang berkelanjutan,” klaim bursa.
Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, pencapaian jumlah investor pasar modal saat ini menunjukkan potensi pertumbuhan yang masih sangat besar jika dibandingkan total penduduk Indonesia yang melebihi 280 juta jiwa.
Oleh karena itu, dia menegaskan, BEI akan terus memperluas jangkauan edukasi ke seluruh lapisan masyarakat, meningkatkan inklusi pasar modal melalui kolaborasi strategis dengan berbagai pihak. Kemudian mengoptimalkan program-program edukasi yang inovatif, agar semakin banyak masyarakat yang dapat berinvestasi dengan aman dan berkelanjutan.
Baca Juga
Saham BBCA dan BRIS Jadi Pilihan Teratas, Bagaimana dengan Bank Lainnya?
Pasalnya, ujar Jeffrey, salah satu fokus BEI adalah meningkatkan literasi dan inklusi keuangan seluruh masyarakat Indonesia, serta mendorong generasi muda untuk berpartisipasi aktif di pasar modal Indonesia.
“BEI sangat mengapresiasi peran seluruh pendukung, termasuk mitra strategis, yang telah bekerja sama dalam upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di seluruh Indonesia.” ungkap Iman.
Melalui pencapaian pada awal tahun ini serta sinergi dan dukungan yang diberikan para pihak, diharapkan pasar modal Indonesia dapat menjadi fondasi bagi perekonomian Indonesia yang kuat dan berkelanjutan. (Zsazya Senorita)

