Saham BBCA dan BRIS Jadi Pilihan Teratas, Bagaimana dengan Bank Lainnya?
JAKARTA, investortrust.id – Sucor Sekuritas merevisi turun target pertumbuhan saham sektor perbankan tahun ini dan ROE emiten ini diperkirakan tetap tertekan, seiring dengan masih ketatnya tingkat likuiditas dana. Revisi turun juga menggambarkan peluang peningkatan biaya dana dan biaya kredit yang masih meningkat.
Analis Sucor Sekuritas Edward Lowis mengatakan, saham sektor bank masih berada di tengah kehati-hatian akibat sejumlah tantangan masih berlanjut hari ini. “Apabila pengetatan likuiditas terus berlanjut dan kualitas aset menurun, sektor bank tentu akan menaikan provisi, sehingga menekan tingkat pertumbuhan laba,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, akhir pekan lalu.
Baca Juga
Meski Harga Terpangkas 16% Sepekan, Sekuritas Ini Sebut Saham Bank Mandiri (BMRI) masih Menarik!
Sucor Sekuritas memperkirakan rata-rata pertumbuhan laba emiten bank tahun ini mencapai 2,2% dengan asumsi pertumbuhan kredit berkisar 9%. Begitu juga dengan NIM diperkirakan tertekan dan biaya kredit bisa meningkat berkisar 15 bps, seiring dengan peningkatan biaya provisi akibat rebutan perbankan terhadap dana nasabah.
Berdasarkan hasil analisis sensivitas Sucor Sekuritas mengindikasikan bahwa setiap kenaikan 10 bps biaya dana bisa berimbas terhadap penurunan laba bersih berkisar 0,8-2% tahun ini. Sedangkan setiap kenaikan biaya kredit sebanyak 10 bps bisa berpengaruh terhadap penurunan laba sekitar 1,3-3%.
Meski demikian, Sucor Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi beli sejumlah saham bank. Di antaranya saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) direkomendasikan beli dengan target harga Rp 11.500, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan target harga Rp Rp 5.600, PT Bank MandiriT bk (BMRI) dengan target harga Rp 7.100, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dengan target harga Rp 6.200.
Baca Juga
Dua Sekuritas Ini Pasang Rekomendasi Beli Saham BCA (BBCA), Berikut Faktor Penopangnya
Rekomendasi beli juga diberikan terhadap saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) dengan target harga Rp 3.400, PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) dengan target harga Rp 2.250, dan saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) dengan target harga Rp 1.640.
“Kami merekomendasikan investor tetap selektif terhadap saham sektor bank akibat kondisi makroekonomi yang masih penuh tantangan, penguatan nilai tukar dollar AS, kenaikan yields surat utang, dan pengetatan likuiditas dana. Sedangkan saham pilihan teratas adalah BBCA sebanyak Rp 11.500 dan BRIS sebanyak Rp 3.400,” terangnya.
Grafik Saham Bank

