IHSG Sesi I Anjlok 1,66%, Sebaliknya 4 Saham Ini justru ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Senin (10/2/2025), ditutup anjlok sebanyak 111,93 poin (1,66%) menjadi 6.630. Bahkan, IHSG sempat sentuh level terendah baru dalam 1,5 tahun terakhir level 6.585.
Penurunan tersebut dipicu atas koreksi saham sektor energi 2,99%, sektor infrastruktur 2,10%, sektor property 1,50%, sektor keuangan 1,16%, dan sektor industry 1,47%. Sebaliknya penguatan satu-satunya hanya melanda sektor consumer non primer 0,67%.
Baca Juga
Dirjen Pajak Minta Rapat dengan DPR soal Coretax Digelar Tertutup
Meski indeks melemah, empat saham catatkan penguatan pesat hingga auto reject atas (ARA), PT Lion Metal Works Tbk (LION) naik 25% menjadi Rp 595, PT Silo Maritime Perdana Tbk (SHIP) naik 25% menjadi Rp 975, PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII) naik 25% menjadi Rp 550, dan PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI).
Sebaliknya saham penekan utama indeks, yaitu saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA), PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ), dan PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU).
Baca Juga
Saham BBCA dan BRIS Jadi Pilihan Teratas, Bagaimana dengan Bank Lainnya?
Pekan lalu, IHSG anjlok lebih dari 5,18% menjadi 6.742 atau tercatat sebagai pekan terburuk bagi pergerakan IHSG BEI. Kapitalisasi pasar juga hilang senilai Rp 724 triliun menjadi Rp 11.595 triliun. Pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham bernilai Rp 3,80 triliun didominasi saham BMRI dan saham bank lainnya.
Saham utama penekan indeks datang dari emiten kapitalisasi pasar terbesar, khususnya saham emiten Prajogo Pangestu, seperti BREN, CUAN, PTRO, dan TPIA. Sebaliknya saham dengan penguatan paling pesat pekan lalu dicatatkan saham SMDM, MLPT, TIRA, SAFE, hingga SONA.

